Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Mendes PDT: TPP Wajib Melek Digital & Solid Demi Desa!

Chapnews – Nasional – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pentingnya peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) sebagai garda terdepan dalam pembangunan desa. Dalam sebuah acara peningkatan kapasitas di Surabaya, Yandri meminta seluruh TPP untuk tidak pernah meremehkan tugas mereka, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi, serta menekankan urgensi peningkatan kapasitas dan penguatan solidaritas.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berbicara di hadapan 440 TPP pada acara Peningkatan Kapasitas dan Konsolidasi TPP dalam Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Desa di Wyndham Hotel Surabaya, Senin (22/12), Yandri Susanto menyatakan bahwa pengabdian TPP di Kemendes PDT memiliki nilai strategis yang tak ternilai bagi masa depan bangsa. "Bapak Ibu adalah ujung tombak Kemendes, peran Anda sangat menentukan masa depan Indonesia melalui pembangunan desa. Jangan sampai minder atau menjadikan pekerjaan ini sebagai pelarian atau job sampingan," tegas Mendes Yandri, seperti dilansir chapnews.id.

Menurutnya, kekompakan dan konsolidasi adalah kunci utama keberhasilan. Tanpa keselarasan dan irama yang sama, upaya membangun desa secara optimal akan sulit tercapai, terutama dalam memastikan pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran dan pembangunan tidak melenceng dari jalur yang ditetapkan. "Konsolidasi menjadi relevan karena kalau tidak seirama, bagaimana membangun dari desa bisa kita sukseskan," imbuhnya.

Selain kapasitas dan soliditas, Yandri juga menekankan kepatuhan terhadap regulasi. Ia secara khusus menyoroti Keputusan Menteri Desa (Kepmendesa) Nomor 294 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa. "Tertib aturan adalah modal utama sehingga setiap langkah TPP selaras dengan tugasnya dan aman secara hukum," jelasnya. Mendes Yandri juga menegaskan komitmen Kemendes PDT untuk menjunjung tinggi integritas. "Kami sudah komitmen di Kemendes tidak ada jual beli jabatan, sogok menyogok jabatan. Kalau ada TPP yang dievaluasi oleh kami bukan karena ada sogokan tapi ikut aturan dan mau desa semakin baik," tegasnya.

Dalam menghadapi era digital yang terus berkembang, Mendes Yandri juga mendorong TPP untuk aktif memanfaatkan teknologi. Ia meminta TPP agar tidak "gaptek" dan menggunakan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Twitter, atau YouTube sebagai sarana publikasi kondisi dan potensi desa. "Tidak ada ceritanya publikasi dibatasi karena semua bisa diupload di dunia maya, tapi tetap hati-hati juga bermain sosmed harus bijak maka penting peningkatan kapasitas," pesannya, menandaskan pentingnya peningkatan kapasitas di bidang ini.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mengonsolidasikan kegiatan pendampingan di desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya Kepala BPSDM Agustomi Masik, Dirjen PEI Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, serta Staf Khusus M Afif Zamroni dan Andi Rahmah. Konsolidasi ini diharapkan dapat menyelaraskan langkah TPP di berbagai tingkatan wilayah demi optimalisasi pemberdayaan masyarakat desa.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer