Bus Sepi, Kapal Penuh? Kemenhub Beberkan Data Nataru!
Oleh: Taufik Fajar – Minggu, 28 Desember 2025 | 12:23 WIB

Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat merilis data terkini pergerakan masyarakat selama periode libur Natal 2025. Sejak H-7 hingga H+1 Natal atau hingga 26 Desember 2025, tercatat jutaan warga memanfaatkan moda transportasi darat dan penyeberangan. Menariknya, terjadi pergeseran preferensi yang signifikan antara angkutan bus dan kapal penyeberangan, meskipun secara keseluruhan pergerakan disebut aman dan terkendali.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa kelancaran arus mudik dan balik Natal merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak. "Kami mengevaluasi dan menganalisis bahwa melewati masa arus mudik libur Natal ini pergerakan masyarakat dengan moda darat berjalan aman dan lancar. Hal ini berkat kerja keras dan kolaborasi yang dilakukan antar pemangku kepentingan demi menciptakan libur akhir tahun yang selamat, aman dan nyaman bagi masyarakat," ungkap Aan di Jakarta, seperti dikutip chapnews.id.
Data Kemenhub menunjukkan, sebanyak 1.519.397 orang memilih bus sebagai angkutan umum selama periode H-7 hingga H+1 Natal. Angka ini mencatat penurunan sebesar 6,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, angkutan kapal penyeberangan justru mengalami lonjakan signifikan, dengan 1.731.248 orang tercatat menggunakannya, meningkat 24,11% dari tahun lalu.
Secara lebih spesifik pada H+1 libur Natal 2025 (26 Desember), tren serupa juga terlihat. Jumlah penumpang bus mencapai 164.164 orang, menurun 13,53% dibandingkan H+1 tahun sebelumnya. Di sisi lain, penumpang angkutan penyeberangan pada hari yang sama mencapai 188.720 orang, melonjak 27,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain angkutan umum, pergerakan kendaraan pribadi melalui jalur tol juga menunjukkan peningkatan. Hingga 26 Desember 2025, sebanyak 1.582.977 unit kendaraan tercatat keluar dari Jakarta melalui jalur tol, meningkat 8,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kendaraan yang masuk kembali ke Jakarta melalui jalur tol mencapai 1.488.424 unit, naik 3,84% dari tahun lalu. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun ada penurunan pada penggunaan bus, mobilitas masyarakat tetap tinggi, dengan preferensi yang bergeser ke moda penyeberangan dan kendaraan pribadi.



