Penipuan Online Marak di Lhoksukon

0
82

Chapnews.id – LHOKSUKON , Kasus pembelanjaan pembelian barang murah seperti HP dan mobil serta barang lainnya pertikaian pertikaian via online yang kini sedang berlangsung penyidik ​​Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara.
“Ada satu pemilik Ponsel di Lhoksukon tertipu hingga Rp 50 juta lebih kompilasi membeli ponsel murah via online” Demikian diungkapkan, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya Pratama, Minggu (29/9/2019).

Menurutnya, saat ini lebih kurang ada 10 kasus pengadilan via online yang sekarang kita tangani pihak Kepolisian Aceh Utara.
Hasil menyetujui awal kita dapati berbagai ragam kasus sidang online ini, diantaranyan membeli barang murah seperti ponsel, kemudian membeli mobil murah, kemudian menerima pesan singkat berisi hadiah dan juga membeli bodong.
Selanjutnya menambahkan, korban bukan hanya warga Aceh Utara saja, tetapi juga dari kabupaten lain, hanya saja locus delicti (tempat kejadian) di Aceh Utara. Ujar Kasat Reskrim.

Kami juga sudah mengindentifikasi ada tiga kelompok tersebut, yang pertama melaporkan pembelian barang berhadiah atau bersdiskon (potongan harga), kemudian yang kedua sms berhadiah dan yang terakhir investasi.

“Satu kasus dengan kerugian terbesar yang mencapai Rp50 juta yang dikembalikan kepada pemilik ponsel di Lhoksukon,” ujar Kasat Reskrim.

Sementara untuk kasus yang berkaitan dengan sms, berhadiah jumlah korban terbesar adalah sebesar Rp 2-3 juta.
“Jadi para korban ini, kompilasi menerima SMS yang menerima hadiah dan meminta uang kepada meraka, segera mengirimnya, tanpa menginstal pengirim SMS sebelumnya,” katanya.

Sementara untuk membeli barang murah korbannya termasuk dari PNS dan aparat juga masyarakat sipil.
“Saat kita cek nomor pemilik ada di luar Aceh, ada yang di Pekan Baru, Palembang dan Sulawesi,” kata Kasat Reskrim.
Karena calon tersangka berada di luar Aceh, sehingga menyulitkan penyidik ​​untuk mengungkap kasus tersebut.

Tapi pun demikian, penyidik ​​akan terus membuka agar semua laporan yang diajukan dapat segera diungkapkan.
“Kasus ini kita terima laporannya dalam waktu beberapa bulan terakhir selama 2019,” imbuh AKP Adhitya. (CN07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here