Oknum Pengajar TPA Diduga Cabuli Anak Diancam 15 Tahun Penjara

1
2509

Chapnews.id, Langsa – Seorang oknum Pengajar TPA, M, (35), warga Kecamatan Langsa Timur, diduga melakukan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, berinisial, C, (10), warga Kecamatan Langsa Lama, pada Sabtu (5/10), sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo pasal 332 KUHPidana tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” sebut Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, M.Sc, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arif Sukmo Wibowo, SIK, kepada Chapnews.id, Senin (7/10).

Dijelaskannya, kejadian itu terjadi di Gampong Asam Petik, Kecamatan Langsa Lama. Dugaan pencabulan itu bermula ketika pelaku tiba-tiba datang ke tempat pengajian Al Quran (TPA) di gampong setempat dan mengajak korban bermain game dilaptop milik pelaku. Kemudian tiba-tiba laptopnya habis baterai dan pelaku mengajak korban pergi dengan alasan menemani pelaku untuk mengecas laptop di menasah/musalah pondok yang jaraknya lebih kurang 10 kilometer dari tempat pengajian tersebut.

Setibanya di menasah pondok ternyata tidak bisa mengecas laptop dan pelaku kembali mengajak korban untuk ikut bersamanya menggunakan sepeda motor miliknya dan korban pun dibawa mutar-mutar ke perkebunan sawit, lalu dalam perjalanan itulah pelaku melakukan pencabulan di atas sepeda motornya.

Baca Juga: https://chapnews.id/2019/10/05/diduga-pelaku-pelecehan-seksual-diamankan/

Setelah melakukan pencabulan hingga korban menangis ketakutan. Pelaku tiba-tiba menghentikan sepeda motornya dengan alasan hendak buang air kecil dan menanyakan kepada korban apakah ada air di sini dan korban mengatakan tidak ada air, sehingga palaku pun tidak jadi membuang air kecil.

Setelah itu pelaku membawa korban lagi mutar-mutar diareal perkebunan sawit dan di dalam perjalanan pelaku menawarkan korban uang untuk membeli jajan dan membeli minuman akan tetapi korban tidak mau dan menolaknya.

Kemudian dikarenakan korban menangis lalu pelaku mengantarkan korban kembali ke Tempat pengajian AL Quran (TPA), setibanya di TPA pelaku langsung ditangka oleh Yudi (saksi) dan selanjutnya pelaku dibawa ke Kantor Geucik Gampong Asam Peutik.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pelaku dibawa ke Polres Langsa. Atas perbuatannya pelakuka dikenakan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo pasal 332 KUHPidana tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(CN03)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here