Pewarta Itu Pergi Selamanya

0
237

Chapnews.id, – LANGSA, Malam  itu, Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari selepas kumpul bareng bersama sejumlah wartawan di Lokomotif Langsa, saya merasa tidak enak hati karena mendengar kabar Bang Suharto yang akrab kami sapa Bang Harto sudah kritis dirawat di ruang ICCU RSUD Langsa.

Bersama sahabat saya, Poetra Zoelfierman, langsung menaiki sepeda motor masing-masing menuju ke rumah sakit.Sesampai disana kami sempat mencari dimana Bang Harto dirawat.Namun, tidak lama kemudian kami berjumpa dengan Sutrisno adik kandung Bang Suharto, dan langsung diajaknya masuk ke ruang ICCU. Di ruangan itu, saya melihat kondisi Bang Suharto sudah koma,karena tidak tega melihatnya saya pun pulang dan hanya bisa bilang ke Sutrisno “yang sabar ya bro, ikhlas aja”.

Namun, saya sampai di rumah belum tertidur dan sempat melihat jarum jam menunjuk pukul 02.55 Wib, Kamis (10/10) dini hari. Nada notifikasi akun sosial media facebook berdering. Diantara lelapnya buritan malam, ku coba meraba handphone yang tergeletak di atas meja, sebelah ranjang.

Sebuah postingan dari akun facebook, poetera zoelfierman tampak mengumumkan berita duka. “Innalillahi Wainnailaihi Raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah bang Harto Sembiring di RSUD Langsa, sekitar pukul 02.55 WIB,” tulis mantan pewarta LKBN Antara biro Aceh itu.

Harto Sembiring yang dimaksud adalah Suharto, wartawan gaek tiga zaman. Ia mulai bergelut di dunia jurnatistik mulai orde baru, reformasi hingga kini dimasa ‘senjanya’.

Berita itu cepat mendapat respon dari nitizen. Poetera Zoelfierman memang menandai sejumlah sejawat pekerja pers. Termasuk saya. Sontak, dipenghujung malam itu, pesan berantai lewat whatshaap group tersiar.

Sedari Rabu (9/10), malam. Sejumlah rekan jurnalis di Kota Langsa berencana menggalang aksi solidaritas, bermaksud meringankan beban keluarga almarhum Suharto, yang kala itu masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Langsa, sejak beberapa waktu lalu.

“Kita harus bantu kawan yang sedang sakit. Ini bentuk solidaritas sesama wartawan. Besok kita mulai donasinya. Semampu kita,”Kepala Biro Waspada di Langsa, Dede Rendra, saat itu kami sedang makan mie pansit.

Semasa hidupnya almarhum merupakan sosok periang. Kerap ringan tangan membantu sesiapa saja. Ramah dan luwes dalam pergaulan.

Almarhum menderita penyakit stroke ringan selama dua tahun belakangan. Meski tertatih, semangatnya menulis terus membara. Sebuah surat kabar mingguan, menjadi karya terakhirnya di bidang jurnalistik.

Menurut Sutrisno. Abang kandungnya itu, mendadak menurun kesehatannya sepekan terakhir. “Kami ikhlas ini yang terbaik. Mohon maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidupnya,” ujar wartawan KBA.One itu.

Meninggalnya Suharto membawa duka mendalam tidak hanya pada keluarga. Dikalangan jurnalis Aceh Tamiang dan Kota Langsa juga berduka dan kehilangan sosok humanis itu.

Kini si pewarta itu pergi selamanya.Selamat jalan Bang Harto semoga amal ibadah mu diterima Allah SWT.(CN02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here