Tidak Ada Dinasti Politik Dalam Demokrasi

0
843

Chapnews.id, LANGSA – Tidak ada dinasti poltik dalam proses demokrasi terbuka yang memberikan kesempatan yang lebih luas bagi setiap orang untuk bertarung.

“Jadi, sah-sah saja bila terpilih memiliki hubungan darah, karena inilah sebuah demokrasi dalam politik,”ujar Ketua Barisan Muda Umra, Tarmizi S.Sos, kepada Chapnews, Sabtu, (19/10/2019) malam.

Menurutnya, dalam pemilu sekarang dengan sistem terbuka, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk mengakses jabatan publik baik sebagai gubernur, bupati, walikota dan anggota legislatif.

Namun, efeknya terpilih orang-orang yang memiliki hubungan darah itu konsekuensi dari pemberlakuan Undang-Undang (UU) itu sendiri. Kendati demikian, untuk menghindari suburnya dinasti politik, maka UU harus mengaturnya.

“Kita harus lebih dewasa dalam politik, karena dalam undang-undang saja tidak pernah membatasinya.Jadi, mengapa kita harus sibuk menuding politik dinasti,”ujarnya.

Lebih lanjut Tarmizi, mengatakan, dewan dan walikota merupakan dua proses politik yang berbeda. Jadi, yang perlu diketahui keduanya dipilih langsung oleh rakyat. Selagi rakyat mau memilih jadi kenapa ada yang sibuk menuding dengan dinasti politik.

Tak heran sekarang di negara kita banyak dilihat dan dengar, terpilih bapak, isteri, anak, menantu, kakak dan adek terpilih menjadi anggota dewan secara bersamaaan. Bahkan, terkadang beda partai tapi satu daerah pemilihan (Dapil).

Terkadang proses politik yang kita jalani dalam berkompetisi secara adil dan terbuka, sama dengan calon-calon yang lain, namun saat kita menang selalu dikaitkan dengan hubungan darah.

“Ini yang menjadi tidak adil bagi kami, dimana proses pencalonan hingga pemenangan kita lakukan sendiri dengan kerja keras Namun, saat sudah sukses orang dengan mudahnya justeru mengaitkan dengan keluarga yang berkuasa” ujarnya lagi.

Tarmizi menambahkan, kalau mengaitkan dinasti politik melahirkan korupsi yang melibatkan keluarga, yang tidak ada dinasti politik pun sekarang banyak melakukan korupsi. “Ya, kalau orang mau korupsi tidak mesti dengan keluarga, banyak kasus korupsi melibatkan teman dekatnya,”selanya.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here