Dinas Pariwisata Aceh Gelar FGD di Langsa

0
93

Chapnews.id, LANGSA-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) analisis data dan segmen pasar wisata Aceh yang berlangsung di Aula Hotel Harmoni Kota Langsa, Senin (21/10/2019).

Kasie Strategi Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Aceh, Akmal Fajar, SSTP.M.Si, menyebutkan, peserta kegiatan ini sebanyak 30 orang peserta dari Dinas Pariwisata, Bappeda, BPS, Imigrasi, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang

“Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bekerjasama dengan Career Development Centre (CDC) Fakultas Ekonomi universitas Syiah Kuala,”ujarnya.

Dikatakan, FGD analisis data dan segmen pasar wisata Aceh ini memang untuk menjaring berbagai masukan secara sistematis, terarah dan terfokus berkaitan dengan isu peningkatan kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini nantinya juga akan menjadi masukan analisis dari survei di beberapa kabupaten/kota yang dilakukan oleh tim CDC Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Sementara itu, Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM mengapresiasi Pemerintah Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Langsa sebagai tuan rumah pelaksanaan FGD ini.

Menurutnya, pariwisata di Aceh mendapat prestasi yang sangat luar biasa, baik secara Nasional maupun Internasional. Ini menunjukkan kita memiliki potensi pariwisata yang sangat besar di Aceh.Tetapi selama ini pengelolaannnya, jaringannya, promosinya yang belum maksimal dilakukan.

“Kita juga belum maksimal melakukan sinergi dalam pariwisata, masing-masing masih bergerak sendiri-sendiri. Hidupnya wisata di Aceh tidak hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, baik di Propinsi maupun di Kota Langsa,”katanya.

Karenanya, kita butuh dukungan pihak lainnya. Seperti akses menuju lokasi wisata harus didukung oleh jalur jalan yang bagus, adanya jaringan listrik, air, fasilitas tempat-tempat ibadah dan fasilitas lainnya.

Begitu juga, sambung Marzuki Hamid, dengan Dinas Koperindag, sangat diperlukan dalam mengembangkan sektor UMKMnya, seperti usaha jualan makanan khas yang nantinya dapat dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Jadi, semuanya saling terhubung, dalam memberikan dukungan pengembangan sektor pariwisata ini. “Mari kita berdiskusi nantinya, menganalisis apa yang unik yang menjadi potensi wisata. Mudah-mudahan diskusi ini menjadi tambahan ilmu dan pengetahuan kita bersama,”ajaknya.

FGD yang mengusung tema “Penguatan positioning Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan” ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Langsa, pelaku pariwisata dan peserta FGD.(CN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here