Bela Indonesia Kecam Penculik 5 Nelayan Indonesia

0
856

Chapnews.id, Jakarta – Organisasi Bela Indonesia kecam keras penculikan 5 nelayan indonesia oleh kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG).

Demikian ungkap, Direktur Bela Indonesia, Abdussalam Hehanusa, kepada Chapnews melalui rilis pers, Rabu, (22/01/2020).

Menurutnya, publik indonesia kembali dikagetkan oleh aksi kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG) yang kembali menculik 5 nelayan WNI di kawasan perairan laut Sabah Malaysia dan kepulauan Tawi-Tawi Philipina, tanggal 19 Januari 2019.

Dan kita menduga, kelompok ASG faksi Ajang- Ajang Group dan Tanum Group, berafiliasi dengan Jamaah Ansharul Daulah (JAD) Malaysia, Philipina, dan Indonesia.  Ujar Abdussalam.

Sebelumnya, pasukan komando Mindanao Barat (Westmincom) Philipina telah membebaskan 3 nelayan Indonesia, yang diculik oleh kelompok teroris Tanum Group, faksi Abu Sayyaf Group (ASG), pimpinan Hatib Hajan Sawadjaan dan Radulan Sahiron.

Mereka itu diculik tanggal 23 September 2019, di perairan Pulau Tambisa, Lahad Datu, Sabah Malaysia.

Selanjutnya, setelah dibebaskan, diserahkan kepada task force Anti Penculikan Kepolisian Nasional  Philipina (AKG) di Baranggay Bato-Bato, Indanan Sulu, kemudian diserahkan kepada KBRI  Philipina.

Respon cepat komando marinir Philipina yang menewaskan 5 anggota teroris ASG dikawasan Barangay Lakit-Lakit, Tawi-Tawi dan Pulau Sulare, Parang, Sulu terhadap pelaku penculikan WNI, menunjukan aksi nyata kontra teroris Philipina.

Dan aksi serupa terjadi tahun 2016, terhadap ASG faksi Alhabsyi Misaya, Muamar Askalida, Abraham Hamid dan 102 milisi tewas dalam operasi pembebasan sandra WNI. Pimpinan ASG seperti Majan Sahidjuan, Hatib Sawadjaan, Idang Susukan, Muktadil, Jaber Susukan, Furuji Indama dan Almujer Yadah berhasil melarikan diri.

Ditambahkannya, menilai aksi kontra teroris tersebut, dengan ini kami pimpinan organisasi BELA INDONESIA menyampaikan sikap sbb :

1). Mengucapkan terima kasih kepada Komandan Komando wilayah Barat Mindanao, Letjen Cirilito Sobejana dan Direktur Komando Keamanan Wilayah Timur Sabah, Hasani Ghazali atas aksi koordinasi cepat tanggap darurat dalam mengejar dan penindakan terhadap teroris ASG penculik WNI.

2). Dapat memahami faktor kekurangan jumlah kapal pencegat cepat (FIC) yang dimiliki oleh Komando Keamanan Wilayah Timur Sabah Dan Komando Wilayah barat Mindanao , untuk merespon langsung aksi cepat ASG ketika melakukan terorisme maritim yang telah dilakukan secara maraton sejak tahun 1980-an.

3). Mendukung penuh langkah langkah diplomasi Menlu RI, Menlu Malaysia, dan Menlu Filiphina dalam memerangi aksi terorisme maritim, intimidasi kekerasan dan pemerasan uang tebusan sandera oleh kelompok teroris ASG.

4). Menyerukan kepada semua ormas kepemudaan dan netizen medsos untuk ikut berbagi informasi, aktif mengkampanyekan aksi solidaritas ASEAN, Memerangi segala bentuk kekerasan terorisme maritim dan tetlibat dalam mengadvokasi publik sampai di bebaskannya semua sandera teroris ASG.(CN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here