ISLAMIC MIND “Islamic Intellectuals Collaboration”

0
866

Chapnews.id, Malaysia – Dihadapan Anwar Ibrahim dan Prof Osman Bakar saya menyampaikan pentingnya kaum Cendekiawan Melayu Nusantara melakukan kolaborasi yang serius dalam melakukan interpretasi ulang atas penulisan sejarah di semenanjung kepulauan ini.

“ini penting kaitannya dengan penguatan identitas kemelayuan dan kenusantaraan dalam konteks geostrategi-geopolitik kawasan di Asia Tenggara” demikian ungkap, Fikri Suadu mahasiswa  Pascasarjana Philosophy of Science ISTAC-IIUM Malaysia, kepad Chapnews, Sabtu, (25/01/2020)

Menurut Fikri Suadu, bangkitnya China dan India harus menjadi perhatian serius bagi Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara yang memiliki tradisi dan identitas keislaman yang kuat di wilayah Asia, bahkan dunia.

Jika narasi masa depan dunia akan dibangun berdasarkan argumentasi-argumentasi yang berkaitan dengan identitas masyarakat dalam konteks bangsa-bangsa, maka saripati dari identitas tersebut adalah agama.

Oleh sebab itu, Islamic mind dalam arti “Islamic intellectuals collaboration” harus dihidupkan. Kolaborasi kecendekiawanan antara Indonesia dan Malaysia harus menemukan bentuk kolaborasi yang interaktif sekaligus integratif.

Selanjutnya, tanpa menemukan bentuk kolaborasi yang interaktif-integratif ini, sulit bagi Cendekiawan Indonesia dan Malaysia untuk menampilkan Islam Melayu Nusantara menjadi kekuatan identitas ketiga yang tidak hanya kompatibel, tapi juga kompetitif dengan China dan India.

“Inilah tantangan kita kedepan, bagi para kaum aktivis terpelajar Islam yang identik sebagai kaum cendekiawan pembaharu umat” imbuh Fikri Suadu yang juga Ketua KAHMI Malaysia.(CN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here