BMK Koordinasi Dengan Dinas  Sosial

0
154

Chapnews.id, Banda Aceh – Terkait penetapan kriteria penduduk miskin dan data terpadu kesejahteraan sosial BMK lakukan rapat Koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Selasa (24/03/2020).

Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh yang dipimpin Ketua Asqalani bersama empat anggotanya Muzakkir Hanka, Abdul Munir dan Suria Darma, serta didampingi Sekretariat kemarin melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Banda Aceh.

Pertemuan tersebut difasilitasi langsung Kepala Dinsos, Muhammad Rizal diruang kerjanya.  Demikian informasi yang disampaikan Asqalani melalui release kepada wartawan Chapnews (25/03/2020).

Koordinasi yang dilakukan Baitul Mal Kota Banda Aceh bertujuan untuk berdiskusi, saling tukar informasi terkait dengan kriteria kemiskinan dan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), serta telah ditetapkan Kementerian Sosial Republik Indonesia, berdasarkan hasil verifikasi Dinas Sosial Kota Banda Aceh pada bulan September 2019 yang lalu.

Ketua Baitul Mal Banda Aceh Asqalani mengucapkan terima kasih karena disela kesibukan Kadis masih bisa menyempatkan waktu dan kesempatan untuk menerima silaturrahmi dan koordinasi Komisioner Baitul Mal Banda Aceh.

“Dari diskusi ini kami mendapatkan informasi yang sangat banyak dan berguna bagi baitul Mal ke depan dalam pendistribusian zakat agar lebih tepat sasaran” ujar Asqalani.

Lebih lanjut Asqalani juga mengutarakan bahwa sinergitas penyelenggaraan program di Baitul Mal dengan Dinsos suatu hal yang mutlak perlu dilakukan secara intensif, karena Dinsos selaku Lembaga Pemerintah pada tingkat kota juga memiliki objek fasilitasi yang sama terhadap masyarakat yaitu persoalan pengentasan kemiskinan.

Dinsos dalam menjalankan fungsinya membagikan klaster kemiskinan dalam  empat (4) katagori/desil ; Desil 1= Faqir, Desil 2= Miskin, Desil 3= hampir miskin dan desil 4 = menuju sejahtera. Penentuan klaster ini dengan menggunakan rujukan lima belas (15) kriteria kemiskinan yang telah ditetapkan Pemerintah.

Ditambahkannya, dari sejumlah klaster tersebut, tentunya Baitul Mal akan masuk pada ranah desil 1 & 2 sebagaimana yang disampaikan Kadis Sosial ujar Asqalani.

Dalam pertemuan tersebut Kadis Sosial M.Rizal menjelaskan bahwa Data terpadu Kesejahteraan Sosial tersebut pelaksanaan validasinya dilakukan setiap enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun (Maret & September)

Hal ini dilaksanakan dalam rangka memastikan ke akuratan data, bisa saja tidak masuk dalam data base lagi karena; meninggal dunia, pindah domisli luar kota banda Aceh atau beralih status dari miskin ke sejahtera, jika ditemukan hal tersebut pada saat verifikasi maka verfikator akan mengeluarkan warga dari data base tersebut. Demikian pungkas Kadis Sosial.

Diakhir pertemuan Kadis sosial, M.Rizal menyampaikan terima kasih atas kedatangan Komisioner Baitul Mal ke Instasinya , kedepan dalam rangka menekan laju kemiskinan kita  harus bersama bergandeng tangan dalam bekerja dan saya merencanakan akan menyelenggarakan rapat koordinasi terpadu antar lintas intansi terkait di setiap bulan agar keterperpaduan program kerja dapat berjalan dengan baik dan benar sebagaimana ketentuan dan kearifan lokal yang belaku di Kota Banda Aceh yang gemilang paparnya.(fitrie)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here