Gerakan Bantu Tenaga Medis Aceh Gelar Pengalangan Dana

0
153

Chapnews.id, Banda Aceh – Pasca Provinsi Aceh ditetapkan sebagai Zona Merah setelah salah satu pasien ODP (Orang Dalam Pengawasan) meninggal dunia dan berdasarkan informasi tim Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Aceh, hingga 2 April 2020, pukul 15.00 WIB.

Terjadi  peningkatan positif Covid-19 menjadi 5 kasus, peningkatan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 1003 orang serta Peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 49 orang.

Gerakan Berbagi Tim Medis Aceh lakukan penggalangan Dana dan barang alat medis yang akan didistribusikan  keseluruh Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Daerah Kabupaten, Puskesmas, Klinik Pratama dan Klinik Bersalin di seluruh Provinsi Aceh .

Demikian ungkap Ketua Gerakan Bantu Tenaga Medis Aceh , Dr Nurcholis Sp.JP  kepada  wartawan Minggu(05/04/2020l) melalui Press realesenya.

Menurutnya , Kesiapan tenaga medis merupakan hal yang paling utama guna menghadapi ancaman Covid-19 di Provinsi Aceh.

Isu strategis Utama dalam rangka upaya kuratif penanggulangan Covid-19 di Provinsi Aceh terkait alat bagi tenaga medis dan non medis yang sangat minimal Alat Pelindung Diri (APD) seperti Baju, Face Shield, Masker Bedah, N95,Topi, Sepatu,  Thermo Scanner, Rapid Test Kit, Kaca mata medis, Hand sanitizer dan Alat Uji Covid-19 ujarnya .

Selanjutnya disampaikan bahwa Isu utama lainnya dalam rangka upaya preventif penanggulangan Covid-19 yaitu minimnya pemahaman dan rendahnya kesadaran serta belum berdayanya masyarakat untuk ikut berpartisipasi penanggulangan di Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, papar ,Dr Nurcholis Sp.JP

Tujuan dari Gerakan Bantu Tenaga Medis Aceh ini adalah untuk 1) Mengerakkan masyarakat dan para pelaku usaha menurunkan korban Covid-19; 2) Mengerakkan masyarakat dan pelaku usaha bekerjasama dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menggalang dana maupun barang (alat medis) guna mendukung kinerja tenaga medis untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Aceh; 3) Membangun dan mengembangkan wadah fasilitasi edukasi masyarakat untuk menghadapi Covid-19; 4) Membangun dan Mengembangkan pusat informasi kebutuhan alat medis dalam menghadapi Covid-19 di Provinsi Aceh, papar Ketua GBTMA itu .

Ikut di jelaskan Dr Nurcholis Sp.JP ,  masyarakat peduli dengan Tenaga Medis untuk penanggulanan Covid 19 di Provinsi Aceh dimotori oleh kelompok Gerakan Bantu Tenaga Medis Aceh dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh dan berkolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat, organisasi profesi dan para pelaku bisnis lainnya yaitu: PDGI Aceh, KNPI Aceh,  Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS-Aceh Jakarta), Palang Merah Indonesia (PMI), Human Initiative Aceh, BNI Syariah, Iluni UI-Aceh, Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN), Baitul Mal Muamalat (BMM) Aceh,  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh, Cahaya Aceh, Forum Dakwah Perbatasan (FDP), Pasha Jaya group, Rumah Zakat, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Perempuan Lira Aceh, PP KORI Aceh, HIPMI Banda Aceh, FPRB Aceh, Dewan Dakwah Aceh, Wahdah Islamiyah Aceh, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta, Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta dan KAMABA Bandung.

“Untuk itu Gerakan Bantu Tenaga Medis Aceh (GBTMA) menghimpun bantuan agar tenaga medis Aceh agar dapat melaksanakan tugas secara optimal sesuai dengan kaidah medis yang telah ditentukan” ungkap Dr .Nurcholis Sp .Jp yang merupakan dokter di RSUZA ini.

Sementara itu ketua GBTMA juga mengajak Masyarakat Aceh bangkit untuk  membantu tenaga medis Aceh, kita ikut ambil bagian dalam gerakan kebaikan gerakan bantu tenaga medis Aceh, dengan mengajak keluarga, sahabat, rekan kerja dan orang-orang yang kita kenal saling bahu-membahu wujudkan gerakan ini untuk sesama

“Bagi yang ingin membantu silahkan berdonasi ke nomor rekening a.n Gerakan Bantu Tenaga Medis Aceh, Bank BNI Syariah No: 1042020191, Kontak Person konfirmasi dana, Dr Nurnikmah, M.kes (081362994446)” kata Dr Nurcholis Sp.JP.(fitrie).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here