Dukung Presiden Jokowi Cari Solusi Memerangi Corona

0
180

Chapnews,id, Jakarta – Organisasi Bela Indonesia siap mendukung seluruh upaya serius Presiden Jokowi, dalam mencari solusi nyata memerangi ancaman pandemik virus Covid-19.

” Dan mendesak pimpinan satgas Covid-19 nasional, agar memberikan laporan kasus
ODP dan PDP secara realtime, berbasis penilaian status infeksi pasien yang
memiliki virus SARS Cov-2, paru-paru, jantung, diabetes dan ahirnya terinfeksi
virus Covid-19″ Demikian ungkap, Direktur Bela Indonesia, Abdussalam Hehanusa, kepada Chapnews, Senin, (06/04/2020).

Meurutnya, informasi itu sangat penting agar publik tercerahkan dan tidak merasa tertuduh tidak mengikuti seruan pemerintah. Dan selanjutnya, mendesak Presiden Jokowi untuk menyertakan pakar epidemiologis global
dalam memberikan penjelasan kepada publik tetang potensi hasil jangka pendek
dari pandemik Covid-19 yang tidak terkontrol.

Jangan membombardir publik dengan data proyeksi pemodelan teoritis, bukan hasil survey lembaga  epidemiologis. Hal ini agar publik tidak paranoid dan terpapar berita hoaks yang  disebarkan provokator.

Di Indonesia, sistem pengawasan epidemiologis terorganisir, belum populer untuk  digunakan mencegah dan mengontrol dampak data pasien terinfeksi positif palsu Covid-19,  karena ketidak akuratan alat tes dalam mendeteksi peristiwa gangguan kesehatan akibat Corona, dibawah pengawasan, pengakuan kontribusi individu dan waktu pelaporan.

” Akhirnya, standar evaluasi kemajuan pengendalian pandemik Covid-19, dipraktekan sebagai alasan politik kebijakan negara untuk menemukan solusi aktif tepat waktu, tanpa didukung dengan informatika medis” ujar Alan.

Selanjutnya, kesadaran dan respon awal negara terhadap pandemik Covid-19,
objektifnya dilakukan dengan presepsi sindrom serangan bioteroris, agar dapat segera menyelamatkan banyak nyawa dan memperlambat penyebaran wabah secara real time untuk mendeteksi pola teror inveksi Corona.

Presepsi resiko, peningkatan upaya komunikasi resiko, perkiraan infeksi dan rasio fatalitas kasus Covid-19 yang tidak terkontrol, dan penilaian cepat penularan komunitas.
Contoh pendekatan metode cepat proksi epidemiologis di RRC, menunjukan bahwa
pada kasus awal di Wuhan, 2.055 kasus Covid-19, terinfeksi virus proksi SARS Cov-2 dari petugas me disdi 476 rumah sakit di RRC.

Ketika situasi epidemiologis berkembang di Belanda pada 12 Maret 2020, pemerintah langsung melidungi warga usia lanjut beresiko medisut, untuk  mengisolasi diri dirumah dari infeksi penularan masyarakat tanpa diketahui dengan potensi resiko penularan nosokomial.

“Mengkonfirmasi update jumlah korban wafat di Indonesia yang mencapai 198 orang, dan 2.273 orang terifeksi maka kita dukung langkah Preeiden Jokowi” imbuh Alan Hehanusa. (CN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here