Cegah Kecelakaan, Pemprov Aceh Diminta Ubah Manajemen Ambulans Pasien Corona

0
568

Chapnews.id, Banda Aceh – Dua ambulans yang membawa pasien terkait virus Corona mengalami kecelakaan di dua daerah berbeda di Aceh. Pemprov Aceh pun diminta mengubah manajemen terkait ambulans yang membawa pasien Corona demi menghindari kecelakaan terulang.

Kecelakaan pertama yang dimaksud terjadi di Lhoksukon, Aceh Utara, pada Kamis (23/4). Saat itu ambulans sedang dalam perjalanan membawa pasien dalam pengawasan (PDP) Corona dari Aceh Tamiang ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan mengalami kecelakaan karena sopir diduga mengantuk.

Peristiwa kedua terjadi di Aceh Jaya, Aceh, pada Sabtu (25/4). Ambulans yang membawa pasien positif Corona dari Aceh Barat Daya (Abdya) ke RSUZA pecah ban sehingga mengalami kecelakaan.

Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi, pun menyoroti kondisi mobil serta sopir. Dia meminta ada pengecekan stamina sopir serta kondisi mobil sebelum ambulans digunakan membawa pasien.

“Terlepas dari semua (alasan) itu perawatan mobil ambulans serta mengecek stamina pengemudi jadi hal mutlak,” kata Asrizal, Senin (27/4/2020).

Menurutnya, para sopir ambulans di Aceh rata-rata merupakan tenaga kontrak yang mendapat pendapatan tambahan setiap membawa pasien. Oleh sebab itu, katanya, para sopir ini kerap bekerja hingga kelelahan.

“Pendapatan tambahannya sangat tergantung jumlah pasien yang dibawa. Jadi semakin banyak (membawa pasien) semakin ada rezeki lebih, efeknya pada kelelahan berlebih karena memaksa bekerja,” ujar Asrizal.

Politikus PAN ini berharap pemerintah serius memperhatikan nasib tenaga medis di Aceh. Dia menyarankan orang-orang yang terlibat dalam penanganan medis diprioritaskan untuk menjadi PNS.

“Untuk tim medis prioritaskan mereka jadi PNS/ASN,” ucap Asrizal.

Selain itu, dia mengaku beberapa kali melihat ada mobil ambulans yang kurang terawat namun tetap dipaksa beroperasi. Menurutnya, hal ini berbahaya bagi sopir, pasien dan orang lain.

“Dalam beberapa kasus saya sering menjumpai ambulans kurang layak jalan, namun masih dipaksa jalan,” ujarnya.

Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-farlaky, meminta perbaikan manajemen ambulans agar kecelakaan serupa tak terulang. Dia meminta tiap ambulans setidaknya memiliki dua sopir yang bisa bergantian saat membawa pasien.

“Jika perlu sopirnya tidak boleh satu orang, yang memungkinkan dia kelelahan,” kata Iskandar.

Iskandar juga meminta Pemerintah memperhatikan kondisi psikologis sopir yang membawa pasien terkait COVID-19. Dia menyarankan agar ada edukasi khusus agar sopir ambulans yang membawa pasien terkait Corona tidak was-was dalam perjalanan.

“Kondisi psikologis juga harus benar-benar diperhatikan. Sopir yang membawa pasien positif COVID-19 akan selalu merasa was-was, maka dibutuhkan kematangan mental,” ujar politikus Partai Aceh ini.

Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here