Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 13 Ton Bawang Merah

0
136

Chapnews id, Langsa –  Operasi Jaring Sriwijaya Sinergi antara Bea Cukai Kantor wilayah (Kanwil) Aceh, Kanwil Sumut, Kanwil Khusus Kepri, Kuala Langsa, dan Belawan berhasil gagalkan penyelundupan 13 Ton bawang merah asal Thailand tanpa dokumen impor kepabeanan yang sah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, Minggu (03/05/2020) melalui rilisnya mengatakan keberhasilan penggagalan penyelundupan ini berkat informasi dari Bea Cukai Kanwil Aceh yang disampaikan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Kapal Patroli Bea Cukai BC 20005 yang sedang melakukan Operasi Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya di pesisir pantai timur Provinsi Aceh, Rabu (29/04/2020) lalu.

Dijelaskannya, bawang merah asal Thailand sebanyak 13 (tiga belas) ton ini dikemas dalam 650 karung yang masing-masing beratnya 20 kg yang berhasil diamankan gabungan Petugas Bea Cukai pada hari Kamis (30/04/2020) sekira pukul 02.00 WIB di perairan Air Masin, Kabupaten Aceh Tamiang.

Total nilai bawang merah eks muatan KM Rajawali GT 15 ini diperkirakan sebesar Rp 390.000.000 (tiga ratus sembilan puluh juta rupiah) dengan potensi kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp 135.500.000,- (seratus tiga puluh lima juta lima ratus ribu rupiah).

Adapun kronologis penangkapan, dimana Tim Satgas Kapal Patroli BC 20005 yang diawaki oleh petugas Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri dan Bea Cukai Kanwil Aceh ini menjumpai kapal target di Perairan Air Masin, Aceh Tamiang.

Setelah didekati dan disorot dengan lampu Kapal Patroli, kapal kayu berbendera Indonesia tersebut terus melaju dan berusaha melarikan diri dengan menambah kecepatannya. Isnu.

Selanjutnya anggota Tim Satgas memutuskan untuk melakukan pengejaran terhadap kapal target, hingga akhirnya kapal kayu dengan nama lambung KM Rajawali GT 15 ini berhasil dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kepabeanan.

Saat pemeriksaan, lanjut Isnu Nakhoda tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah atas barang yang diangkutnya sehingga Tim Satgas melakukan penindakan terhadap kapal, muatan, maupun awaknya.

Berdasarkan koordinasi dengan Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara dan Bea Cukai Belawan, Komandan Kapal Patroli BC 20005 memerintahkan agar KM Rajawali beserta muatannya untuk diarahkan menuju dermaga Pangkalan Bea Cukai Belawan untuk dilakukan pencacahan dengan hasil sebanyak 650 karung yang masing-masing bermuatan 20 kg bawang merah per karungnya.

Selanjutnya,  sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102  huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

“Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah),” ungkap  Isnu lagi.

Pihaknya berharap dengan adanya sanksi hukum ini, diharapkan pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan, menjual, mendistribusikan, dan/atau membeli barang hasil penyelundupan sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang, melindungi masyarakat dan lingkungannya dari penyakit yang diakibatkan adanya importasi tumbuhan dan produk turunannya serta meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mendongkrak penerimaan negara dari sektor bea masuk dan pajak.

Hal ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, trade facilitator, industrial assistance, dan revenue collector untuk menjadikan Kementerian Keuangan Tepercaya dan Bea Cukai makin baik,” pungkasnya.

Atas perlakuannya, saat ini 4 (empat) orang tersangka awak KM Rajawali ditahan di Rutan Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Selanjutnya berkas kasus ini akan diserahterimakan kepada Bea Cukai Kuala Langsa guna pemeriksaan serta proses lebih lanjut,” imbuh Isnu.(CN01)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here