Terus Berkreasi dan Berinovasi Ditengah Himpitan Pandemi

0
155

Chapnews.id, Langsa – KSM Nalaba terus berkreasi dan berinovasi ditengah himpitan pandemi covid 19. Dengan semangat penuh iklas kelompok ini terus melakukan pengolahan sampah organik khususnya limbah makanan.

KSM Nalaba yang terbentuk tahun 2016 tersebut, terus  fokus untuk mengolah sampah organik yang berlokasi di Gampong Lengkong Kec.Langsa Baro Kota Langsa.

Ketua KSM Nalaba, Zarkasyi kepada Chapnews , Minggu, (31/05/2020) mengatakan saat ini terus  berkiprah ditengah-tengah masyarakat. Bahkan pada  tahun 2017 lalu, menjadi mitra usaha Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Menurutnya, sampah makanan berupa sisa sayuran, buahan, limbah pasar ikan dan rumah makan di Kota Langsa, menjadi bahan baku utama menjadi Kompos Cair dan Padat.

Dan selama 3 tahun berjalan usaha pembuatan Kompos  ini belumlah maksimal. Ini disebabkan oleh kemampuan kapisitas pengolahan  dan jangkauan pemasaran yang  masih terbatas. Ujar Zarkasyi.

Dimana kami baru mampu menghasilkan rata-rata 4 ton sampah makanan perbulan diolah dengan 5 alat komposter dan  mampu menghasilkan 60 Liter Kompos Cair dan 300 Kg Kompos padat.

Selanjurnya, dimana kompos yang  dihasilkan lebih digunakan pada  kegiatan pemberdayaan masyarakat secara mandiri, berkebun sayur di pekarangan, sedangkan selebihnya terkadang dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa secara berkala  untuk perawatan taman Kota Langsa

Ditambahkanya, kedepan kami berencana melakukan  pengembangan, namun  memasuki tahun 2020, usaha ini melesu karena Pandemi Covid-19, tidak banyak aktivitas di luar rumah.

Apalagi harus bergumul dengan sampah dan limbah pasar. Saat ini, tim Nalaba sedang menyusun rencana dan strategi, yang akan melahirkan kreasi yang  inovatif dalam  pengolahan sampah makanan ini. Sebut Zarkasyi lagi.

Diakui memang belum ada nama judul programnya, tetapi masih  berkaitan dengan  pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam rangka mengcovery ekonomi keluarga terdampak pandemi Covid-19.

Kami sangat berharap kapasitas pengolahan bahan baku sampah bisa mencapai 2-4 ton perhari, kompos yang  dihasilkan dapat didistribusikan secara gratis ke rumah-rumah warga binaan.

Dan rumah tangga peserta program mendapatkan sarana produksi dan pendampingan dari Tim Nalaba untuk menaman sayuran/ hortikuktura yang bisa dipanen paling lama 60 hari.

Selanjutnya hasil panen dibantu pasarkan oleh tim nalaba. Kami yakin dengan tim manajemen yang  kami bentuk ini mampu bekerja maksimal, dengan daya-dukung lainnya yang terpenuhi.

“InsyaAllah kita bisa memberdayakan sedikitnya 500 rumah tangga pada tahun pertama” ujarnya seraya menambahkan semoga niatan luhur ini mendapat dukungan dari semua pihak dan ridho Allah SWT. (cn01)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here