Komisi III DPR Aceh Kujungi Langsa

0
268

Chapnews.id, Langsa – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengunjungi Kota Langsa dan diterima langsung Walikota Usman Abdullah, Jum’at malam, (12/06/2020) di pendopo Walikota.

Rombongan Komisi III DPR Aceh dipimpi  langsung, Ketua Komisi III, Khairil Syahrial,ST,M.AP, Wakil Ketua, H Zainal Abidin,SE, Sekretaris, Hendri Yono,S.Si dan anggota, H Khalili,SH, Martini,SPd, Hj Sartina, Na, SE,MSi,  H Tantawi,SIp,M.AP, H Teuku Sama Indra,SH.

Selanjutnya,  Asrijal H Asnawi, Muktar Daud,S.Kh, H Murhaban Makam, H Wahyu A Wahab Usman,MBA, Siti Hawa,SE, Teuku Ridwansyah,SE dan Hendra Gunawan,Amd

Dalam sambutannya, Ketua Komisi III, Khairil Syahrial,ST,M.AP, mengatakan kunjungan ini dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Pemko Langsa, selain itu juga  ingin membantu pemerintah daerah yang masih bermasalah dengan aset.

Terkadang ada aset provinsi yang ada di Kota Langsa namun tidak terurus dengan baik, begitupun dengan aset-aset lainnya yang kita anggap masih belum jelas wujud pengelolaannyan.

“Saran kami Pemko Langsa segera buat surat dan kirim ke Komisi III, karena dalam waktu dekat ini kami akan mengalar rapat dengan dinas terkait” ujar Khairil.

Sementara itu, Walikota Usman Abdullah,SE, mengatakan masih banyak aset Aceh Timur yang belum diserahkan ke Kota Langsa, bahkan saat  terbengkalai tak terurus, sehingga kerap dijadikan sarang maksiat dan merusak keindahan kota.

Untuk itu, kami mendesak Komisi III DPR Aceh untuk memfasilitasi sehingga masalah aset ini cepat selesai. Sayang sekali kalau kita lihat,  aset itu dibangun dengan dana milyaran namun terbengkalai begitu saja.

” Mohon dukungan dari Komisi III DPR Aceh untuk menyelesaikan masalah aset ini” ujar Toke Suum.

Selain itu, Toke Suum juga menjelaskan tidak ada anggaran dari Pemerintah Aceh untuk membangun parawisata, pada hal ada tugas propinsi dalam membangun distinasi wisata tersebut.

Seperti, menyelamatan benda-benda bersejarah terkait kerajaan aceh dahulu, Pemerintah Aceh harus segera membentuk tim untuk mencari peninggalan sejerah tersebut.

” Kota Langsa saat ini ingin melakukan penyelamatan akan benda-benda tersebut, namun kami berjalan sendiri” sebut Walikota lagi.

 Dan lebih kurang seribuan macam lebih benda sejarah telah kita kumpulkan di hutan kota  langsa, seperti perhiasan untuk perempuan dan  benda-benda bersejarah lainnya.  Saya sangat yakin dan  percaya  barang-barang tersebut tersebut akan mengundang orang akan datang untuk melihatnya.

“seribuan lebih sudah kita selamatkan di hutan kota, berbagai macam benda peninggalan sejarah, namun kita  berjalan sendiri” imbuhnya lagi.

Terakhir kami ingin sampaikan, kedepan kami ingin membangun miniatur perkampungan Aceh di hutan Kota, dan berbagai jenis rumah adat Aceh akan kita bangun disana, agar  generasi aceh mengetahui sejarah aceh, mohon dukungan DPR Aceh.

Sementara itu, Sekretaris DPKD, Nasir Yakop, menjelaskan terkait aset aceh timur kami sudah melakukan  dialog berulang kali, namun mengalami kebuntuan. Karena pihak Aceh Timur meminta kompensasi, sementara kita tahu Kota Langsa tidak ada uang untuk membayarnya.

Untuk aset propinsi di kota langsa ada beberapa diantaranya, Kantor PUPR, Kantor Metreologi dan Kantor Dinas Cabang IV yang tidak terurus. (red)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here