SIRA, Kementerian Agama Republik Indonesia Gagal Paham Terhadap UUPA dan UU Keistimewaan Aceh

0
237

Chapnews.id, Langsa – Dalam rangka mensikapi pernyataan Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI,  Zainut Tahuid Saadi pada tanggal 18/6/2020 yang lalu.

“Kami Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) menyatakan beberapa sikap
terhadap peryataan tersebut” Demikian ungkap, Dewan Presidium SIRA, Nasruddin Abubakar, melalui rilis pers, Senin, (22/06/2020).

Dimana mendesak Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk bersikap terhadap peryataan  wakil menteri Agama yang bias dan sangat tidak menghargai dan mengakui keberadaan UUPA dan UU Keistimewaan Aceh.

Menurutnya,, inilah saatnya Pemerintah Aceh dan DPRA Aceh untuk menuntaskan segala Kewenagan dan Qanun-Qanun yg menjadi hak Aceh dan kewajiban pemerintah Indonesia kepada Aceh. Khususnya hak menjalankan dan mengurus haji Aceh secara mandiri.

Selanjutnya, mendesak kepada Anggota DPD RI dan DPR/MPR RI perwakilan Aceh di Pemerintah Pusat Indonesia untuk mensosialisasikan kepada departemen – departemen kementerian yang berkaitan terhadap keberadaan UUPA dan UU Keistimewaan Aceh serta kewajiban  Negara Republik Indonesia untuk menjalankan butir-butir MoU Helsinki Finlandia yang telah disepakati.

Dan terakhir juga mendesak Pemerintah Pusat (RI) untuk tidak mengkhianati komitmen bersama (GAM dan RI) yang telah disepakati dalam MoU Helsinki serta dituangkan dan dijabarkan dalam UUPA dan UU Keistimewaan Aceh.(red)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here