Maimul Mahdi, Dia Tidak Pernah Minta Konfirmasi

0
213

Chapnews.id, Langsa – Terkait pemberitaan disalah satu media online yang menyebutkan Anggota DPRK Maimul Mahdi tidak mau memberi hak jawab atau konfirmasi.

“Maka dengan ini saya tegaskan tidak ada  wartawan waktu itu yang meminta konfirmasi  saya” Demikian ungkap, Anggota DPRK Langsa, Maimul Mahdi, kepada Chapnews, Rabu, (24/06/2020).

Menurutnya, pemberitaan tersebut jelas membohongi publik, media itu tidak melakukan konfirmasi, atas pemberitaan yang dia tulis tentang kami.

Bahkan yang  bersangkutan baru berupaya melakukan konfirmasi, setelah saya melaporkan kasus ini  ke polres.” Setelah kasus ini saya laporkan ke polisi baru ada mencoba konfirmasi” ujar Maimul Mahdi.

Selanjutnya, yang lebih ironis lagi dalam pemberitaan tersebut,  ada pernyataan bahwa tidak bisa bertemu karena rapat. Ini sebuah tindakan ingin memutarkan fakta atas kejadian yang sebenarnya.

” kami tetap ingin melanjutkan kasus ini ke proses hukum, karena dalam  Pasal 1 Kode Etik Jurnalitistik jelas mengambarkan wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk” ujarnya.

Terakhir yang mengirimkan ucapan selamat melalui papan bunga bukan hanya saya, tapi banyak lagi anggota DPRK lain, tapi mengapa yang disorot saya saja.

” ini jelas berita tersebut memiliki itikad buruk terhadap saya ” ujar Maimul Mahdi

Sementara, Chairul azmi,SH selaku pengacara Maimul Mahdi menambahkan kliennya tetap akan menempuh upaya upaya hukum yang diperlukan terkait pemberitaan telah diposting sebelumnya, selama yang bersangkutan tidak mengakui kesalahannya atas pemberitaan yang dia buat sekaligus permintaan maaf kepada klien kami.

Hal ini berkaitan dengan pemberitaan sebelumnya dgn judul “Adek walikota dukung permainan bilyar kabut WH minta ditutup” yang dimuat di salah satu media online  mengandung pernyataan dan kalimat negatif yang menyerang harkat, martabat dan kehormatan klien kami selaku pribadi.

Sehingga perbuatan tersebut sangat merugikan klien kami, apalagi didalam berita tersebut tidak ada konfirmasi atas pernyataan negatif yg dibuat oleh yang bersangkutan, dengan demikian berita tersebut tidak layak disebut sebagai karya jurnalistik karena melanggar kode etik jurnalistik, pedoman media siber, UU ITE serta ketentuan hukum pidana yang berlaku di Indonesia. ujar Chairul Azmi.(red)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here