Walikota Keluarkan Edaran Anti Rentenir

0
422

Chapnews.id, Langsa – Sehubungan akhir-akhir ini banyaknya keresahan yang terjadi di Kota Langsa terkait
adanya kegiatan rentenir atau Bank 47.

Akhirnya, Walikota Usman Abdullah,SE, mengeluarkan surat edaran No : 450 / 1505/2020
tentang anti rentenir, Kamis, (25/06/2020).

Surat edaran yang ditanda tangani Walikota Usman Abdullah,SE tersebut ditujukan kepada Camat dan seluruh  Geuchik di Kota Langsa.

Dalam surat edaran itu Walikota Langsa menghimbau beberapa hal untuk mengantisipasi kejadian tersebut sebagai berikut :

1. Mewaspadai dan melakukan pengawasan terhadap orang luar/ dan juga warga setempat yang ada di wilayah saudara, segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran.

2. Menghimbau kepada seluruh warga atau masyarakat dilingkungannya masing-masing untuk melaporkan kepada aparat gampong apabila ada tamu
yang akan berdomisili atau menyewa rumah dilingkungannya.

3. Mengamati situasi dan kondisi diluar kebiasaan masyarakat setempat sehingga sejak dini dapat diantisipasi pencegahannya.

4. Setiap gampong mendata warganya yang mengambil kredit pada renteniratau Bank 47.

5. Kepada seluruh camat dan geuchik di Kota Langsa agar lebih intensif lagi mengawasi pendatang dari luar, lebih-lebih yang beraktivitas di bidang
mengatas namakan koperasi rentenir atau Bank 47 sehingga masyarakat
Kota Langsa tidak terjerat hutang yang sangat meresahkan.

6. Apabila ada warga yang membutuhkan dana agar berhubungan dengan
Bank yang legal.

7. Bagi masyarakat Kota Langsa yang sudah menjalin kerjasama dengan rentenir atau Bank 47 segera melapor keaparat gampong atau kecamatan
setempat.

8. Apabila ada oknum yang beraktivitas didaerahnya masing-masing terkait
rentenir atau Bank 47 segera diamankan dan berkoordinasi dengan apparat
penegak hukum.

9. Agar Geuchik setempat menghimbau warganya supaya tidak berhubungan
dengan rentenir atau Bank 47 karena lebih banyak kemuqdaratannya dari
kemaslahatannya bagi warga.

10. Geuchik setempat membuat himbauan baik itu melalui spanduk maupun media lainnya, dan ditempatkan pada tempat-tempat yang bisa dibaca warga. (red).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here