Catatan Putra Zulfirman: AKP Yozana Fajri Sidik Dimata Aktivis Muda

0
176

Chapnews.id, Langsa – Matahari sedang dititik ‘gaharnya’, Sabtu (8/8/2020). Sinarnya, terpancar seantero jagad. Meski terik, tak surutkan semangat sekelompok aktivis muda.

Mereka bertandang ke komplek salah satu kesatuan elit milik Kepolisian Republik Indonesia, yang berada di Aramia, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Propinsi Aceh.

Kompi II Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh, adalah tempat tujuan generasi milenial dimaksud, yang tergabung dalam organisasi ekstra dan intra kampus.

Bangunan bercorak loreng macan tutul dipadu warna coklat begitu kentalnya, ketika kaki tiba melangkah di gerbang depan markas Kompi itu.

Dentum sepatu lars beriringan dengan gerak tegap personel berseragam celana coklat tua dan baju coklat muda itu. Dengan senjata dipanggul, seolah tak hiraukan sengatan mentari siang itu.

Tepat di bangunan utama, sosok pria tampan, muda, energik dan supel telah berdiri, dengan ramahnya menyapa tetamu nan datang.

“Sini, kita nyantai di sini saja. Kawan-kawan lain ajak terus merapat kemari. Jangan sungkan,” ujar pria berperawakan tinggi, kekar dan supel itu, sembari sungging tipis bibirnya lemparkan senyum.

Ya, pria dimaksud adalah Ajun Komisaris Polisi Yozana Fajri Sidik. Kelahiran Majalengka, 27 Januari 1990, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2012.

Sejak dua tahun belakangan ini, perwira berdarah Ambon-Sunda ini menjabat sebagai Komandan Kompi II Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh, bermarkas di Aramia, Aceh Timur.

Wilayah tugasnya membentang dari ujung jembatan Panton Labu di barat hingga gerbang perbatasan Aceh-Sumatera Utara di Aceh Tamiang.

Yozana begitu akrab dengan semua elemen, termasuk kaum milenial dan pemikir muda yang berkecimpung dalam organisasi kepemudaan di Kota Langsa.

Seperti, HMI Cabang Langsa, HIPMI PT, PMII, Himpunan Mahasiswa Alwasliyah, Pema Unsam, Pema IAIN Langsa, BEM Fakultas Ekonomi Univeresitas Samudera dan lainnya.

Siang itu, bincang santai Yozana dengan sejumlah aktivis muda mengalir bebas, diselelinggi gelak tawa, tapi tetap serius membahas isu kekinian.

Salah satunya adalah penanggulangan Virus Corona Disaese 2019 yang kian merebak dan telah merenggut nyawa manusia.

“Corona ini seolah tiada, tapi nyata dan perlu diwaspadai. Memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19, harus dimulai dari diri sendiri,” kata Yozana mengawali bincang siang itu.

Sebagai kaum muda, kata dia, meski menjadi bagian terdepan dalam melawan penyebaran COVID-19, dengan mendarma baktikan diri sebagai penyampai informasi yang edukatif kepada masyarakat.

Sembari seruput minuman segar nan tersuguh. Bincang diantara mereka kian mengalir. Seolah sedang bercengkrama antara abang dengan adiknya.

Atau antara sesama teman sebaya yang sedang rancang sebuah aksi. Gerakan keumatan yang kerap dilancarkan aktivis pergerakan kampus.

Yozana sempat pula mengisahkan perjalanan hidupnya kepada rekan aktivis yang berhadir. Mulai dari pengalamannya menempa ilmu dibangku perkuliahan.

Bahkan, sempat gagal mengikuti testing Taruna TNI, hingga kelulusannya sebagai Taruna di Akademi Kepolisian.

Hal itu, kemudian menjadi pemantik bagi aktivis muda dalam mengayuhkan gelora belajar dalam menatap masa depan mereka.

* Yozana Dimata Aktivis

Syahrul Ramadhan, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Kota Langsa, menyebut Yozana sosok perwira pengayom.

“Pak Yozana ini mengayomi. Patut diteladani. Tak ada sekat antara bawahan dan pimpinan. Ia merangkul, memotivasi dan menuntun kita semua,” ucap pemuda hitam manis itu.

Senada dengan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa, Boidatul Khoi, mengagumi Yozana karena mumpuni secara keilmuan.

Dalam pandangannya, Danki Brimob itu miliki wawasan kebangsaan, pengetahuan luas, supel, kerap menyebut istilah akademis dalam paparannya.

“Intelektualitas Pak Yozana cukup terlihat, bahwa beliau adalah lulusan akademi kepolisian yang cukup banyak ‘melahap’ buku bacaan,” tutur Boidatul.

Lebih dari itu, tambah dia, Yozana berjiwa sosial tinggi. Ini dibuktikan dengan seabrek kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Kompi II Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh.

Seperti, penyemprotan disinfektan massal, penyaluran sembako dimasa pandemi Covid-19 dan membantu pembangunan rumah ibadah dan lainnya.

“Nuraninya begitu Nusantara. Mungkin karena mengalir darah Ambon dan Sunda ditubuhnya,” ujar Syahrul Ramadhan menimpali Boidatul.

Terpisah, Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Kota Langsa, Sukma M Thaher mengaku simpatik dan berharap Yozana menjadi perwira karir dijajaran Korp Bhayangkara.

Kata dia, Yozana ibarat Yin dan Yang, mampu menyelaraskan keseimbangan antara banyak elemen masyarakat.

“Karakter kepemimpinannya ideal. Meski usia muda mampu mengayomi anak buah yang berumur lebih tua,” ucap Sukma dalam sebuah bincang dengan penulis, Senin malam, (10/8/2020).

Lain itu, Sukma menuturkan, teringat  sosok seorang pengawal Jenderal AH Nasution, yang gugur dalam peristiswa berdarah G-30S PKI pada Oktober 1965.

Sekilas, postur AKP Yozana Fajri Sidik mirip dengan Kapten (Anumerta) Piere Andreas Tandean.

Perawakan Tandean yang digambarkan begitu dekat dengan keluarga AH Nasution, juga tampak pada perangai Yozana nan akrab dengan anak-anak dan kaum remaja.

Bedanya hanya pada kesatuan. Tandean alumni Akmil dan bertugas di TNI Angkatan Darat. Sedang, Yozana alumni Akpol dan bertugas semi militer di Korp Brimob.

“Sekaitan momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun. Tak berlebihan bila AKP Yozana Fajri Sidik AF disemat sebagai polisi pelopor membangun negeri,” tandas Sukma.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here