15 tahun MoU Helsinki BRA Gagal Reintegrasi Kombatan GAM

0
190

Chapnews.id,  Simeulue – Pasca 15 tahun MoU Helsinki, BRA gagal reintegrasi kombatan GAM dan kesejahraan korban konflik, bahkan banyak  kombatan yangb hidup di bawah garis kemiskinan.

”  ini terjadi karena belum terialisasinya reintegrasi, serta  tugas dan fungsi BRA itu sendiri belum mampu menampung permasalahan Kombatan GAM,Tapol/Napol dan korban konflik di Aceh” Demikian ungkap, Ketua KPA Simeulue, Aliasnuddin, kepada media ini, Jum’at, (14/08/2020).

Menurutnya, saat ini Ketua BRA mulai  lupa daratan setelah duduk di posisi kursi empuk tersebut,  sedangkan korban koflik menangis mengingat keluarga yg telah syuhada dalam perjuangan Aceh.

Dimana  anggaran BRA refokusing 305 juta untuk program MOGE itu jelas hanya untuk  berfoya-foya, karena program itu tidak ada  bermanfaat untuk korban konflik.

Kami berharap Panglima KPA Pusat, Muzakir Manaf (Mualem ) ganti saja Ketua BRA dengan orang yang  lebih baik, ini juga saya mengingatkan ketua BRA jangan bermain-main degan anggaran BRA,  ini karena anggaran buat kesejahteraan Kombatan, dan korban konflik di Aceh, Ucap Panglima KPA Simuelue

Perlu dingat, BRA  sebagai Dinas Keistimewaan Aceh sebenarnya harus di gunakan sebaik-baiknya untuk Kesejahteraan kombatan, melalui BRA semua janji-janji yang  tertuang di dalam MoU antara pemerintah RI dan GAM direalisasikan.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here