Geuchik Diminta Lapor Orang Meninggal ke Disdukcapil

0
94

Chapnews.id, Langsa –  Geuchik dalam wilayah kota Langsa diminta untuk melapor jika ada warganya meninggal dunia, hal ini menghindari muncul nama dalam data bantuan BLT atau jadi  pemilih dalam pemilu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dukcapil, Ibrahim Latif Wak kepada sejumlah awak media, Minggu, (16/08/2020).

Menurutnya, bahwa kenyataan di lapangan warga sudah meninggal dunia tetapi namanya masih muncul dalam daftar penerima bantuan BLT dan dalam daftar pemilih, baik dalam pemilihan legislatif  maupun pemilihan Pilkada dan Pilpres.

Hal ini disebabkan, karena pak Geuchik, perangkat gampong dan petugas registrasi penduduk di gampong tidak melaporkan ke Disdukcapil terkait warganya yang meninggal itu.

Sehingga warga tersebut datanya masih ada di database kependudukan, datanya belum terhapus.  Akibatnya, nama orang yang sudah meninggal tetap masuk dalam daftar penerima bantuan BLT dan dalam daftar pemilihan, “ujar Ibrahim Latif

Untuk itu, ke depan kita harapkan kepada seluruh Geuchik untuk melaporkan warganya yang meninggal dunia ke Disdukcapil setempat untuk kita keluarkan akte kematian dan datanya kita hapus di database kependudukan.

Dan  kita terus berupaya dengan turun langsung ke gampong-gampong untuk memberitahukan warga, apabila keluarganya meninggal dunia supaya segera dilaporkan ke Disdukcapil untuk dikeluarkan akte kematian dan data orang meninggal tersebut dihapus dari data base kependudukan.

“jangan takut melapor, kalau ada warga yang meninggal dunia segera urus surat keterangan meninggal dari Geuchik setempat, bawa langsung ke loket pelayanan Disdukcapil kota Langsa segera kita keluarkan akte kematian” pinta Ibrahim latif.

Kita berjanji  surat akte kematian itu siap dalam waktu 2 x 24 jam, kita terus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here