Warga Keluhkan Penertiban Sapi Oleh Satpol PP di Areal Timbang Langsa

0
153

Chapnews.id, Langsa – Sejumlah peternak dan pengembala sapi warga Gampong Alur Dua dan sekitarnya keluhkan penertiban ternak mereka yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Langsa di areal timbang langsa.

Muhammad Ali Nafit salah seorang warga, Rabu (19/08/2020) pada sejumlah awak media, mengatakan, hampir dua bulan terakhir ini Satpol PP Kota Langsa menangkap ternak-ternak mereka, padahal ternak warga disini tidak dilepas dan tidak berkeliaran di jalan perkotaan apalagi memakan taman kota.

Namun, pengembalaan sapi dan kambing mereka didaerah perkebunan dan dijaga mulai pukul 02.00 wib siang hingga pukul 17.00 wib sore, akan tetapi Satpol PP tetap saja menangkapnya.

Kemudian, para pemilik hewan ternakĀ  diharuskan menebusnya ternak yang dibawa anggota Satpol PP tersebut sejumlah Rp.300.000,- sampai Rp.400.00 per ekor.

“Lebih mirisnya, ternak kami ditangkap Satpam PT. Timbang Langsa, selanjutnya diserahkan ke satpol pp, dan untuk menakut nakuti kami setelah ditangkap harus diambil di Kantor Koramil Langsa Kota yang berada di Gampong Blang”, ujarnya.

Muhammad Alfi Nafit menambahkan, mengapa Satpol PP ngotot menangkap ternak mereka yang ada kawasan perkebunan, sementara yang diperkotaan dibiarkan berkeliaran.

Dijelaskannya, selama ini tidak ada warga yang komplin, karena sebagian warga disini juga memiliki ternak diareal ini, kecuali pihak PT Timbang langsa. Karena menurutnya, yang selama ini menangkap dan mengusir ternak mereka ya satpam disana.

Lanjutnya, seharusnya pihak PT Timbang langsa memagar atau membuat parit pembatas dikebunnya biar tidak dimasuki ternak liar.

“Warga disini sebagian besar merupakan buruh tani dan buruh kasar, tidak ada pekerjaan lain, dengan pendapatan yang pas pasan. Ternak tersebut dipelihara sebagai infestasi untuk biaya anak mereka sekolah dan biaya yang tak terduga lainnya bila suatu saat nanti dibutuhkan”, keluhnya.

Seharusnya pemerintah mengayomi masyarakat miskin seperti kami ini, bukan malah membela pengusaha kaya. Dirinya berharap ada solusi dari pemerintah dan juga anggota dewan setempat, terkait masalah ini. Jangan membutuhkan kami disaat pemilu saja.

Hal senada juga diungkapkan Ketua LSM Balee Juroeng Iskandar Haka, seharusnya pihak PT. Timbang langsa kalau tidak mau areal pekebunannya dimasuki ternak ya harus dipagar atau dibuatkan parit pembatas seperti PT.Arco dan PT. Rapala serta perusahaan perkebunan yang lain.

Menurutnya, apalagi perkebunan berada dekat dengan kawasan rumah penduduk, dan itu merupakan kewajiban mereka.

“Jangan karena sudah memberi sedikit lahan Pemko Langsa bisa seenaknya saja mengatur Pemko Langsa untuk menzalimin rakyatnya sendiri”, tegasnya.

Kemudian, lahan yang diberikan pihak PT. Timbang langsa pada Pemko Langsa sudah menjadi kewajiban mereka, karena itu sebagai syarat mendirikan sebuah perusahaan perkebunan.

Seharusnya pihak perusahaan melakukan pembinaan terhadap masyarakat, agar masyarakat disekitar juga merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.

Sementara Kasat Pol PP Kota Langsa, Maimun Sapta, saat di konfirmasi chapnews.id mengatakan, penertiban hewan ternak ini sesuai dengan Qanun Kota Langsa nomor 11 tahun 2014.

Dikatakannya, harusnya hewan ternak tidak berkeliaran di areal Timbang Langsa, apalagi disitu terdapat taman buah yang baru saja di tanam.

“Kita khawatir hewan ternak dapat merusak tanaman yang di tanam di areal tersebut. Kita berharap warga atau pemilik hewan ternak untuk tidak melepas hewannya sehingga memakan tanaman yang ada”, imbuhnya. (Mamad).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here