Mawar Merah “Magnet” Keindahan Kota Langsa

0
158

Chapnews.id, Langsa – Bunga mawar merah yang di tanam diseputaran median taman menjadi “Magnet” atau daya tarik dan keindahan Kota Langsa.

Terlihat, Rabu (19/08/2020) pagi, anggota taman dibawah komando Agus Setiawan seorang mandor di DLHK Kota Langsa berjibaku merawat dengan memberi pupuk bunga mawar yang sedang merekah.

Sang inisiator keindahan Kota Langsa telah merubah wajah Kota Jasa ini menjadi menarik, indah dan asri sehingga saat ini menjadi sorotan mata bagi pengunjung untuk menikmati keindahan.

Sang inisiator itu ialah Usman Abdullah yang kerap disapa Toke Seum, walau sempat viral dimedia sosial dengan julukan ‘Wagiman’ (Walikota Gila Taman). Namun terbukti dengan kegilaan dan kecintaannya terhadap taman membuat Kota Langsa indah, asri dan nyaman.

Mengutip salah satu filosofi yakni ‘Ia memang berduri tapi bukan untuk melukai, namun untuk melindungi diri’, yang diartikan “Jangan takut terlihat tegas, galak atau berani. Itu bukan untuk ditakuti, namun untuk menjaga diri. Punya ketegasan itu penting, Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk melindungi dirinya, melindungi hatinya dan melindungi harga dirinya”.

Hal ini sesuai dengan gaya kepemimpinan Toke Seum, dengan sikap tegas dan berani hampir dua periode memimpin Kota Langsa telah merubahnya menjadi kota yang banyak dikunjungi oleh warga untuk melihat keindahannya.

Banyak prestasi yang telah digapai, mulai Piala Adipura sampai Mangroove Forest Park  Kota Langsa terpilih sebagai juara pertama Katagori Eko Wisata Terpopuler (Most Popular Ecotourism) pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga penataan keuangan meraih predikat WTP secara berturut-turut.

Sementara Agus Setiawan salah satu mandor taman menjelaskan, Bunga mawar merah kerap diidentikan dengan lambang cinta. Dari sekian banyak bunga yang ada, mawar merah lah yang paling banyak digemari orang. Sebab, sejak dulu kala, bunga mawar ini sudah banyak digunakan untuk segala macam keperluan.

Dikisahkan Agus Mandor, dalam lagenda Arab, semua bunga mawar merah hanya berwarna putih, hingga pada suatu malam, ketika burung bulbul bertemu mawar putih yang indah, ia langsung jatuh cinta. ada saat itu, burung bulbul tidak tahu bagaimana cara bernyanyi dengan merdu, burung itu hanya berteriak dengan suara parau dan berkicau seperti burung lainnya.

Tetapi sekarang burung bulbul memiliki cinta yang begitu kuat dan ia terinspirasi untuk menyanyi pada pertama kalinya. Akhirnya cinta burung ini terhadap mawar putih bertambah besar, sehingga ia ingin bersatu dengannya, ia pun menekan dirinya ke bunga mawar putih tersebut sehingga duri dari mawar menusuk hatinya dan mewarnai mawar putih menjadi merah selamanya.

“Semoga keindahan Kota Langsa ini terus terawat hingga ke anak cucu kita, mari sama-sama kita merawat Kota Jasa ini agar keindahannya semakin asri, indah dan nyaman”, imbuhnya. (Mamad).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here