Jangan Buat Pernyataan Lukai Petugas Kesehatan

0
93

Chapnews.id, Langsa – Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Langsa, Yanis Prianto menepis pernyataan salah satu  LSM yang menuding Pasien reaktif Covid di Pemko Langsa Seperti dikondisikan.

Menurut kepala Kominfo kota Langsa ini pernyataan tersebut justru telah melukai seluruh petugas Kesehatan, pasien, keluarga korban serta masyarakat kota Langsa. Pasal, saat ini pemerintah dan masyarakat sedang melawan wabah virus Covid-19 dengan serius.

“Negara sedang mati-matian menghadapi dan menanggulangi Covid-19, dan apa yang terjadi saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi kasus pandemi sudah merambah diseluruh dunia bahkan di negara luar lebih parah lagi seperti di negara Amerika, Brazil, Italia, Ekuador dan masih banyak di negara-negara lain,” Ujar Yanis Prianto, Selasa, (8/9/2020).

Dia menambahkan di luar negeri puluhan juta positif Covid-19 dan hampir jutaan yang sudah meninggal dunia. Pun demikian di Indonesia ratusan ribu telah dinyatakan meninggal akibat terinfeksi virus tersebut. ” Tapi kenapa ada statement dari  LSM yang menyatakan ini semua dikondisikan,” jelasnya.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menuturkan LSM  dalam menyampaikan pernyataannya tidak menunjukkan data dan fakta yang akurat yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan adanya statemen ini dapat membuat gaduh, meresahkan serta melemah semangat pihak-pihak yang sedang bekerja siang malam dalam penanganan Covid-19 ini,” katanya lagi.

Menurut Yanis, seharusnya LSM  membantu memberikan solusi yang terbaik mana kala ada yg kurang maksimal dalam pelayanan dan kinerja pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19.

Selain itu, katanya Satgas selama ini telah berusaha sekuat tenaga untuk mengambil langkah-langkah dalam upaya pencegahan penanganan covid & tidak ada upaya-upaya mengkondisikan sebagaimana yang disampaikan.

“Kita positif thinking dalam menelaah sesuatu dengan berdasarkan data dan fakta di lapangan,” ujarnya.

“Kita juga patut bertanya kepada Lembaga Swadaya Masyarakat ini dimana kejadian itu yang dikondisikan, siapa yang melakukan, siapa yang terlibat didalamnya dan apabila tidak bisa ditunjukkan data yang valid hal tersebut merupakan pembohongan publik dan penggiringan opini yang tidak kondusif dalam kondisi saat ini,” sebut Yanis Prianto.

Berdasarkan data seluruh dunia saat ini total kasus Covid-19, 27 juta, sembuh 18 juta dan meninggal dunia 881 ribu. Sementara untuk Indonesia total kasus 197 ribu, sembuh 141 ribu sedangkan yang meninggal dunia 8.130 jiwa.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here