Jembatan Kilangan Kuala Baru Aceh Singkil Ditarget Selesai Tahun 2022

0
48

Chapnews.id, Aceh Singkil – Jembatan rangka baja sepanjang 400 penghubung Desa Kilangan menuju Kuala Baru, Aceh Singkil ditargetkan selesai tahun 2022 kedepan.

Hal ini karena  ada penambahan bangunan oprit kepala jembatan. Dan proyek jembatan sebesar ini teknisnya sangat susah, namun laporan kedinas PUPR Aceh sudah plus 9. Ungkap, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid saat meninjau proyek jembatan tersebut, Senin (14/9/2020).

Menurutnya,  proyek dengan skema tahun jamak (multiyears), salah satu ruas jalan yang dibangun oleh Pemerintah Aceh adalah ruas jalan Aceh Selatan-Kuala Baru–Singkil sepanjang 42 km dengan total biaya Rp 72,6 miliar.

Dan proyek ini akan dikerjakan mulai akhir tahun ini. Sementara jembatan Kilangan ini koneksinya dengan ruas jalan yang akan dikerjakan, dari batas Aceh Selatan-Kuala Baru hingga ke Singkil.

Ada koneksi dengan proyek jalan multiyears, tapi beda anggaran, kalau jembatan ini tunggal dikerjakan per tahap,”Ujar Nova Iriansyah .

Nova menjelaskan, Pemerintah Aceh juga akan membangun satu jembatan lagi di Kayu Menang yang akan terkoneksi langsung dengan ruas jalan (proyek multiyears) yang akan dibangun hingga ke Jembatan Kilangan.

Namun, jembatan itu akan dikerjakan setelah ruas jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil rampung.

“Nanti siap badan jalan baru buat jembatan, ini tanahnya belum stabil. Kalau jalannya belum siap jadi lahan untuk buat jembatan kayu menang belum stabil.

“Tidak mungkin kita bangun jembatan dulu, karena kita perlu akses, kecuali bangun pakek helikopter,” kata Nova.

Selanjutnya Nova berharap masyarakat dan Bupati Aceh Singkil bersabar hingga ruas jalan yang masuk dalam paket proyek multiyears nanti rampung pada tahun 2022.

“Saya mohon bersabar rakyat Singkil, sementara jalannya selesai kita pakai parahu dulu. Akhir 2022 baru siap, insya Allah,” kata Nova.

Untuk Jembatan Kilangan sendiri, Nova mengatakan, pengerjaannya menunjukkan progres yang bagus, namun tentu ada kendala-kendala yang dihadapi selama pengerjaannya.

“Jembatan kilangan ini adalah jembatan terpanjang di Aceh, dengan panjang rangka baja 400 meter, opritnya 80 dan 60 meter.

Ini pengerjaannya masuk dalam proyek tahun tunggal, bertahap, sehingga antara tahap 1 dan 2 dan seterusnya, sinkronisasi memang ada beberapa yang kesulitan, karena orang berbeda yang mengerjakannya,” kata Nova.

Dia berharap ke depan, siapapun yang memimpin, agar proyek-proyek besar seperti Jembatan Kilangan masuk dalam proyek multiyears.

“Ke depan siapapun pemimpin saya berharap proyek-proyek besar seperti ini dilaksanakan dengan skema tahun jamak, supaya secara teknis pengerjaannya juga bisa bagus,” pungkasnya. (Saidi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here