Beban di pundak Toke Su’uem

0
138

Chapnews.id, Langsa – Medio bulan Februari 2020, dunia dihebohkan dengan munculnya Corona Virus Disaese 2019 atau Covid-19.

Virus yang bermula di Propinsi Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok, dengan cepat menyebar ke belahan bumi, termasuk di Tanah Air.

Penyebaran pandemi virus ini juga hingga ke Aceh dan Kota Langsa. Meski diawal-awal, Langsa masih terbebas terpaparnya virus ini. Lambat laun jumlah pasien terpapar meningkat tajam.

Baik kategori pasien reaktif Covid-19 maupun yang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab tes.

Kondisi ini, tentu tidak mudah. Wali Kota Langsa, Usman Abdullah selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di daerah itu, memikul beban berat.

Selain dituntut untuk mengurangi risiko penyebaran dan kematian akibat virus yang belum ditemukan vaksinnya ini. Toke Su’uem–sapaan Usman Abdullah–harus bisa menstabilkan perekonomian daerahnya.

Beragam upaya dilakukan pemerintah Kota Langsa. Tentunya menyelaraskan kebijakan dan program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. Termasuk, pemberlakukan jam malam, pada medio bulan Maret-April 2020.

Berkat kerjasama yang sinergis antara para pihak dan pemangku kepentingan, Kota Langsa dinyatakan masuk kategori zona hijau. Zona yang rendah tingkat penyebaran virus tersebut dan diperbolehkan melaksanakan new normal.

Di masa ini, sekolah yang awalnya tutup. Mulai bisa beraktivitas kembali atau laksanan proses belajar tatap muka meski masih dalam pembatasan.

Demikian pula, geliat ekonomi kembali berdenyut. Walau secara umum tidak pernah ‘down’. Meski mengalami fluktuasi dan pergeseran pergerakan nadi ekonomi mikro.

Memasuki awal bulan September, penyebaran Covid-19 mulai meningkat di kota jasa ini. Sejumlah tenaga medis mulai terpapar dan pihak RSUD Langsa, terpaksa menutup sementara pelayanan kesehatan.

Terakhir, terdapat empat dokter dan beberapa tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes.

Kondisi ini memperburuk keadaan. Karenanya, beban Wali Kota semakin berat. Bahkan, Usman Abdullah telah menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 31 tahun 2020, tentang penegakan disiplin dan sanksi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Corona Virus Disaese 2019.

Masyarakat diimbau agar mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan dan menghindari keramaian. Apabila tidak diindahkan, maka ada sanksi yang berlaku.

Sanksi berupa teguran lisan dan tertulis. Sanksi membersihkan sarana umum atau sanksi administrasi membayar denda Rp50 ribu bagi individu dan Rp 100 ribu bagi pelaku usaha.

Bahkan, sanksi penghentian sementara usaha selama 3 (tiga) hari atau 7 (tujuh) hari dan paling parah adalah pencabutan izin usahanya.

Penerapan sanksi tersebut, boleh dikatakan bukanlah kebijakan populer. Terlebih di tengah situasi pandemi, yang bagi sebagian orang menganggap sanksi tersebut menambah beban masyarakat.

Akan tetapi, tidak ada pilihan lain bagi Usman Abdullah, selain bertindak tegas demi menjaga keselamatan warga kota dari serangan virus Corona tersebut.

Toh, sanksi serupa juga mulai diberlakukan di sejumlah kabupaten/kota di Tanah Air.

Sebagai pemimpin, Usman Abdullah dirundung pilu mendalam, seperti tampak pada video yang beredar di jagad maya. Dimana, Toke Su’eum berbicara berbata-bata menahan isak dengan suarau parau.

Toke Su’eum meminta masyarakat agar bekerjasama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan.

Mendukung penerapan Qanun Kota Langsa Nomor 31 tahun 2020, adalah solusi menghempang penyebaran virus Corona di kota tercinta.

Pencegahan penyebaran Covid-19 sejatinya bukan saja tugas pemerintah, terlebih dibebankan di pundak Toke Su’eum semata. Menghempang Corona adalah tugas kita bersama.

Dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan hindari keramaian.

Dalam hal ini, dibutuhkan kesadaran bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu, memperbanyak ibadah, dzikir dan doa kepada Allah SWT, adalah sebuah keharusan yang terus menerus dilakukan segenap umat Islam. Agar Allah melindungi kita semua dari marabahaya.

Semoga kita semua dapat mematuhu anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

Penulis adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here