Ini Kronologi Pelecehan Seksual Pelanggan Refleksi, Sampai Celana Dalam Disuruh Buka

0
195

Chapnews.id, Banda Aceh – Korban RS (30) laki-laki warga Kabupaten Aceh Besar ingin melakukan pijat refleksi sekira pukul 12.00 WIB, dan menuju tempat pijat di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, pada Rabu (16/09/2020).

Namun, saat bertemu pelaku MZ (22) asal Kabupaten Bireun, korban RS mengarahkan kelantai dua sampai pijat refleksipun dimulai.

Kemudian, setelah 30 menit berselang, MZ meminta korban melepas celana dalam yang digunakan korban, akan tetapi korban menolaknya.

Namun, pelaku MZ tetap melakukan pijitan ketubuh korban RS sampai kebagian selangkangan pahanya. Korban sontak kaget, saat pelaku menarik bagian celana dalamnya dan memijat dari selangkangan paha sampai ke duburnya.

Tak hanya sampai disitu, pelaku memijat korban di bagian perut hingga turun bagian kemaluannya. Secara tak sadar, korban merasakan alat kelaminnya masuk kedalam mulut pelaku dan basah oleh air liur pelaku.

Demkian kronologi yang disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Mukhtar Chalis, S.Pd.I, pada chapnews.id, Jum’at (18/09/2020) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian yang menimpa korban RS disaat sedang melakukan refleksi badan di salah satu tempat kebugaran ternama di Banda Aceh.

“Sangat miris terjadi disebuah refleksi kebugaran di Banda Aceh. Dimana salah satu karyawan refleksi ternama melakukan pelecehan seksual terhadap pelanggannya”, terangnya.

Dijelaskannya, MZ (22) merupakan pelaku asal Kabupaten Bireuen yang diamankan oleh unit Reserse Kriminal Polsek Kuta Alam berdasarkan laporan polisi yang dilaporkan oleh RS (30) laki- laki asal Kabupaten Aceh Besar ke Polsek Kuta Alam yang dibuktikan  dengan nomor  LP.B / 169 / IX / YAN.2.5 / SPKT tanggal 16 September 2020 tentang dugaan tindak pidana pelecehan seksual sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 jo pasal 1 angka 27 qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Kemudian, saat kejadian tersebut korban, langsung meminta pelaku menghentikan terapi yang dilakukannya. RS bergegas memakai pakaian serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Alam guna Penyelidikan lebih lanjut.

Setelah menerima laporan, dengan memeriksa saksi korban serta bukti yang diperlihatkan, pelaku dilakukan penangkapan oleh unit reskrim Polsek Kuta Alam sekitar 4 jam kemudian di tempat kejadian perkara, sebut Kapolsek lagi.

“Barang bukti yang berhasil diamankan yakni berupa satu lembar bukti pembayaran refleksi dan satu celana dalam warna biru milik korban”, ujarnya.

Kini, sambung Kapolsek, MZ menjadi tahanan disel Polsek Kuta Alam serta dijerat  pasal 46 jo pasal 1 angka 27 qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman 45 kali cambuk atau 450 gram emas murni atau 45 bulan penjara, pungkas Kapolsek.(Red)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here