Distabunak Aceh Tamiang Targetkan Lahan Persawahan Full Organik

0
46
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Dinas Pertanian,Perkebunan dan Peternakan (Distabunak) Kabupaten Aceh Tamiang, pada tahun 2021 menargetkan seluruh lahan persawahan di kabupaten itu menggunkan pupuk bio kompos (organik)

“Insya Allah, tahun 2021 ini, seluruh lahan persawahan yang ditanami padi memakai pupuk full organik. Dari mulai dasar, sampai pupuk cairnya memakai pestisida nabati. Jadi tidak ada lagi menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia,” kata Kepala Distanbunak Aceh Tamiang, Yunus, SP kepada saat meninjauh kelokasi persawahan di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kamis (10/06/2021)

Dengan menggunakan full organik, yunus berharap kedepan Tamiang bisa menghasilkan lahan persawahan yang lebih bagus untuk pelastarian lingkungannya dan bisa menghasilkan beras yang menyehatkan dan peningkatan ekonomi para petani.

Advertisement

Program tersebut, lanjut Yunus, perdananya sudah dilakukan didaearah persawahan di Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, dari penaburan bibit padi dengan menggunakan pupuk organik, hingga bibit yang sudah cukup umur ditanam diatas lahan seluas 2,3 hektar juga ditnaburi pupuk bio kompos organik.

“Alahamduliilah, tanggal 4 Juni 2021 lalu, sudah terbit Surat Keputusan (SK) untuk kelulusan sertifikasi organiknya. Ketepan disini juga ada pak Rahmad sebagai inspektur, orang ditunjuk dari LSO (Lembaga Sertifikasi Organik) Bogor sebagai inspektur. Tanpa ada Acc dari beliau, kita tidak bisa melaksanakan progam ini,. Dari semua kentuan dari beliau,” terang Yunus.

Ditambahkan Yunus, dimusim tanam tahun ini, ada 30 hektar lahan persawahan yang menggunakan pupuk organik di lima kelompok pada empat kecamatan di Aceh Tamiang, yakni Tenggulun, Rantau, Karang Baru, dan Seruway. “Di Desa Tanah Terban ini, ada 10 hektar lahan persawahan yang telah menggunakan pupuk organik.

“Yang sudah kita buktikan, pada lahan 2,3 hektar lahan persawahan di Desa Pahlawan, menggunakan pupuk organik, biasanya petani menghasilkan hasil panen padi hanya 5,5 ton, dengan menggunakan full organik petani bisa menghasilkan produksi 6,8 ton, berarti ada peningkatan. Artinya kita sudah bisa mematahkan imets orang, yang selama ini pakai organik itu hasil panen padi menurun,” ungkap Yunus sembari mengatakan targetnya untuk lahan.pertanian di Desa Pahlawan menghasilkan panen padi 10 ton dalam setiap hektarnya, dengan bantuan para penyuluh pertanian, dan bekerjasama dengan pihak lainnya.(**)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments