Datok di Aceh tamiang, Bersama Warga Tanam Bawang Manfaatkan Lahan Kosong.

0
44
Advertisement

Chapnews.id, Aceh Tamiang – Datok Penghulu Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Syariful Alam menanam bawang merah untuk membantu kebutuhan dapur warganya ditengah kondisi Covid – 19 saat ini.

Ia menanam bawang itu dibantu perangkat kampung dan warganya, dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi pertanian, sehingga lahan itu bisa ditanami berbagi jenis sayuran, yang kemudian hasilnya dibagikan secara gratis kepada warganya yang membutuhkan.

Datok Penghulu Kesehatan itu menjelaskan, bawang dan sayur – sayuran yang ditanam telah membuahkan hasil yang memuaskan, karena hanya dengan memanfaatkan lahan dua rante milik warga bisa menghasilkan 600 kilogram bawang merah dan sayur – sayuran.

Advertisement

“Tanam bawang perdana dilahan dua rante itu sudah dipanen. Hasilnya lumayan, bisa dapat 600 kilogram. Proses penjemuran bawangnya kami dilakukan di depan kantor datok,” terang Syariful Jumat (11/6).

Syariful Alam menambahkan, ide pemanfaatan lahan itu, bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19, sehinga seluruh hasil panen  dibiarkan tergantung di depan kantor datok agar bisa diambil warga yang membutuhkan. “Warga yang kesulitan untuk membeli bawang keperluan dapurnya, saya persilahkan untuk ambil bawang tersebut. Karena bawang yang ditanam itu, memang untuk membantu warganya,” terang Syariful.

Lebih lanjut dikatakannya, rencanakan penanaman bawang tahab kedua dan ketiga, pihaknya akan memanfaatkan lahan seluas delapan rante. Lahan itu dipastikannya milik warga yang terletak di dua hamparan.

“Tahab kedua dan ketiga penanaman bawang diareal delepan rante itu, juga akan ditanami berbagai jenis tanaman. Rencananya mulai kita tanam bulan depan, setelah beres baru langsung ke tahap ketiga. Mungkin akan ditambah jenis sayuran. Program ini akan diperluas bila ada warga yang bersedia meminjamkan lahannya untuk digarap,” ungkapnya.

Dia berharap, program tersebut bisa merangsang warganya untuk memanfaatkan lahan menjadi sumber perekonomian.

“Harapan kita begitu, warga saya jangan sungkan menjadi petani dengan memanfaatkan lahannya sendiri,” ujarnya, sembari menegaskan program menanam bawang dan sayuran gratis untuk warga itu sama sekali tidak menggunakan dana desa, melainkan menggunakan dana pribadinya.(**)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments