Masyarakat Harus Tahu Proses Penanganan Covid 19 di RSUD Langsa

0
108
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Menanggapi ramainya postingan atau informasi yang beredar di media sosial dengan tuduhan RSUD Langsa telah melakukan dengan sengaja mempositifkan seluruh pasien dalam menetapkan pasien covid-19.

Plt Direktur RSUD Langsa dr.Helmiza Fahry,Sp.OT yang didampingi Kuasa Hukum / Consultans Hukum Zulfahriza,.S.H dalam konferensi pers dan rilisnya, Rabu, (23/06/2021) mengatakan SOP rumah sakit serta memberikan pemahaman alur penanganan pasien yang terpapar Covid-19.

Saat ini Kota Langsa termasuk zona Transmisi Lokal yang artinya didaerah itu bisa menularkan dari orang ke orang, bahkan sampai dengan ke daerah lainnya.

Advertisement

Dan perlu kita ketahui informasi terkini Covid-19 di Kota Langsa, Suspek/PDP 10 Orang, dirawat 5 (orang) Isolasi Mandiri 5 (orang), Selesai Pemantauan 472 Orang, Konfirmasi Positif 10 (orang), dirawat 2 orang dan isolasi mandiri 8 orang, selesai isolasi 540 orang, Meninggal 35 orang dengan Status Covid-19 Kota Langsa saat ini masih dalam zona Orange serta ketersediaan layanan non Covid cukup dan efektif.

Jadi setiap pasien yang masuk dari IGD, akan dilakukan beberapa pemeriksaan yaitu : Pemeriksaan Anamnesa, pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Pununjang (lab dn rontgen thorax) sesuai indikasi.

Jika dari pemeriksaan tersebut pasien terindikasi Covid – 19 maka pasien akan diarahkn/dibawa ke IDG PIE untuk penanganan selanjutnya.

Jika kondisi pasien harus dirawat maka akan dilakukan Informen Concern terkait perawatan di ruang isolasi Covid -19 termasuk prokes pemulasaraan jenazah jika pasien meninggal dunia.

Terkait Informen Concern yang dilakukan diawal pasien masuk, Jika pasien itu diputuskan untuk masuk ke ruangan isolasi maka, pasien/keluarga menandatangani Informen Concern dan juga menandatangani surat persetujuan masuk ruangan isolasi karena di dalamnya pasien baikpun keluarga pasien menyetujui segala tindakan yang ada diruangan isolasi termasuk diantaranya di lakukan swab artinya setiap pasien yang masuk ruang isolasi sudah menandatangani serta setuju dengan semua aturan rumah sakit.

Terkait Swab RT PCR yang dilakukan, hal ini untuk memastikan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan sekaligus untuk penentuan terapi selanjutnya oleh Dokter Penanggung jawab pasien. Jika hasil Swab RT PCR 2 kali negative maka pasien akan dipindahkan ke ruangan rawat biasa sesuai indikasi.

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dr.Helmiza Fahry,Sp.OT menegaskan, tidak ada manajemen rumah sakit yang melakukan tindakan tersebut.

Helmiza Fahri mengatakan, tiap diagnosi Covid 19 terhadap pasien telah diatur dengan regulasi dan persyaratan yang ketat, dimana rumah sakit harus melampirkan banyak dokumen pendukung untuk menyampaikan bahwa hasil diagnosa pasien adalah positif Covid-19.

Kami menghimbau, sama-sama kita menaruh kepercayaan, dokter akan mengobati sesuai dengan kondisi pasien. Di samping itu, menurut Helmi, ada pula faktor individu juga dapat mempengaruhi proses pemeriksaan rumah sakit.

Jika hari ini seseorang dinyatakan negatif Covid-19, tidak ada jaminan dalam satu minggu kemudian orang tersebut tetap negatif.

“Bahkan ada satu proses di mana replikasi virus itu membutuhkan waktu. Bisa saja ada gejala tapi belum terdeteksi oleh alat diagnostiknya,” ujarnya.

Helmi juga mengatakan bahwa saat ini hampir semua rumah sakit (RS) di Indonesia kewalahan menerima pasien Covid-19. Sebab, jumlah pasien positif Covid-19 yang semakin meningkat.

Selanjutnya mengatakan, hampir seluruh rumah sakit menyediakan kapasitas untuk masyarakat yang terpapar virus corona. Namun, lonjakan kasus yang saat ini terjadi menyebabkan rumah sakit kewalahan.

Menurut info yang saya dapatkan yang menyatakan beberpa rumah sakit di Indonesia sudah penuh, seperti Surabaya, Bandung atau daerah lainnya, kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat kota langsa agar para medis dan dokter selalu dalam lindungan Allah SWT.

Agar diberi Kesehatan dan dapat bekerja dengan baik untuk menyelamatkan masyarakat Kota Langsa agar terbebas dari penyakit Covid-19 dalam hal ini dibutuhkan Kerjasama yang baik anytara masyarakat dengan pihak medis tetap patuh dan tertib dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Dan jangan juga berdoa kepada Allah SWT agar Virus ini segera berakhir saya pastikan tidak ada dusta diantara kita, oleh karena itu masyarakat diimbau untuk terus menjalankan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19) Gerakan 5M, yakni Memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci Tangan dengan Sabun, Menghindari Keramaian dan Menghindari Mobilitas untuk mencegah penularan virus corona.

Sebaimana telah diatur juga dalam Peraturan Walikota Langsa No 31 tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease di Kota Langsa, serta Regulasi Intruksi Gubernur dan Surat Edaran Gubernur Aceh Tentang Penangan dan Pencegahan Covid-19. Imbuhnya.(**)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments