Berkeliaran Di Kota Satpol PP Amankan Tiga Ekor Hewan Ternak

0
140
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) mengamankan tiga ekor hewan ternak warga akibat berkeliaran di kawasan perkotaan, tepatnya di Kantor Geuchik Gampong Matang Seulimeng Kecamatan Langsa Barat Jum’at (24/7/2021).

“Hari ini, kita sudah mengamankan tiga ekor sapi di kawasan Gampong Matang Seulimeng. Lebih tepatnya di Kantor Gheucik , Kecamatan Langsa Barat,” kata Plt Kasatpol Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, Rudi Selamat, S.P.

Para pemilik ketiga hewan ternak tersebut, katanya, telah melanggar Qanun (Peraturan Daerah) Nomor 11 tahun 2014 tentang Penertiban Hewan yang dapat berakibat membahayakan pengguna jalan raya.

Advertisement

Pihaknya kemudian mengamankan ketiga ekor ternak tersebut di Kantor Dinas Satpol PP Kota Langsa Jl. Jenderal Ahmad Yani, Gampong Jawa, Langsa Kota, Kota Langsa,.

Sesuai Qanun No.11/2014 itu, terangnya, maka bagi para pelanggar akibat membiarkan hewan ternak di jalan raya akan dikenakan sanksi berupa denda
Rp 250.000 Per ekor selanjutnya diserah kan kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan dilepaskan dengan surat berita acara pelepasan,”ucapnya.

“Dirinya menegaskan kepada pemilik hewan ternak yang berada di seputaran Kota Langsa, agar dapat lebih memfasilitasi tempat atau kandang untuk hewan ternak milik nya, karena sudah sangat mengganggu ketertiban ditengah masyarakat dan juga merusak tanaman yang ada di pemukiman kampung juga perkotaan yang saat ini sudah sangat meresah kan” tegasnya.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah S,E tahun lalu telah meminta Satpol PP untuk menindak tegas pemilik yang membiarkan ternaknya berkeliaran dalam wilayah Kota Langsa.

“Tidak boleh ada hewan yang berkeliaran di dalam kota. Apapun alasannya, tidak dibenarkan. Tindak tegas sesuai Qanun Nomor 11 Tahun 2014,” tegasnya

Menurut wali kota, dengan berkeliarannya hewan ternak di dalam wilayah perkotaan, maka akan mengganggu kenyamanan warga setempat, terutama ketertiban umum.

“Selain itu, juga mengganggu keindahan kota dan berbahaya bagi pengguna jalan. Alhamdulilah saat ini Kota Langsa mulai dikenal masyarakat luas sebagai kota wisata, harus selalu terlihat indah dan nyaman ,” jelas Usman Abdullah. (Pandex)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments