Bupati Aceh Singkil Belum Eksekusi Putusan PTUN, Asriaman Zega Kembali Laporkan Ke PTUN Banda Aceh

0
81
Advertisement

Chapnews.id, Aceh Singkil – Sudah 10 bulan pasca putusan PT PTUN Medan, Bupati Aceh Singkil belum juga melakukan eksekusi terhadap hasil putusan PTUN Banda Aceh, terkait persoalan gugatan Pilkades Desa Ujung Sialit Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB) 2019.

Sebelumnya Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh telah putuskan sidang tentang Pembatalan Surat Keputusan (SK) Kepala Kampong (Keuchik) Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil atas nama Meidisin Zai

Putusan tersebut bahwa PTUN Banda Aceh nomor: 17/G/2020/PTUN.BNA Tanggal 26 Agustus 2020 dan juga Putusan PTUN Medan Nomor : 222/B/2020/PTTUN-MDN Tanggal 10 Desember 2020 serta Penetapan Nomor : 04/PEN-EKS/2021/PTUN.BNA Tanggal 29 Juni 2021 tentang Pembatalan SK Keucik/Kepala Kampung Ujung Sialit, karena nyata-nyata proses kemenagannya bertentangan dengan kaidah hukum yaitu Qanun Aceh dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Advertisement

Namun, Keputusan yang di menangkan Asriaman Zega tersebut sampai saat ini belum di eksekusi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, sehingga Masyarakat kembali layangkan surat dengan nomor Istimewa sebanyak 1 eks perihah Permohonan Eksekusi Putusan PTUN Banda Aceh Terkait Kepala Desa Ujung Sialit

Surat itu juga ditembuskan Kepada, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum Dan Hak Azasi Manusia, Gubernur Aceh, Ketua DPRK Aceh Singkil, Dandim 09 Aceh Singkil, Kapolres Aceh Singkil, Kajari Aceh Singkil, Ketua PTUN Banda Aceh dan Camat Pulau Banyak Barat.

Hal itu disampaikan Asriaman Zega kepada sejumlah wartawan Minggu (10/10/2021) dalam keterangannya.

Asriaman Zega mengatakan, hari ini kami kembali menyurati Bupati Aceh Singkil bahkan sudah diantarkan tembusannya.

Surat itu diminta Bupati Aceh Singkil Dulmusrid untuk menjalankan atau segera mengeksekusi perintah dari Putusan PTUN tersebut sesuai dengan janji Bupati kepadanya dan juga melalui media bahwa akan segera melaksanakan keputusan yang dimaksud.

“Namun, sampai saat ini janji Bupati tersebut hingga saat ini belum terlaksana, “kata Zega.

Menurut Zega, putusan PTUN itu sudah berkekuatan hukum tetap, sebagai masyarakat Ujung Sialit merasa puas atas keadilan yang kami terima bahkan menyaluti kebijakan selama kepemimpinan Pak Bupati saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Zega juga mengatakan, Perlu disampaikan kepada Bupati, bahwa kinerja atau kepemimpinan dari Kepala Desa mereka saat ini sangat lemah dan dianggap gagal menjalankan roda pemerintahan yang baik.

Dirinya dianggap tidak sanggup memelihara dan meningkatkan ketentraman dan ketertiban dalam desa, sebagai buktinya telah banyak masyarakat kami saat ini yang sedang menjalani proses hukum karena pelanggaran atau keributan yang hampir setiap harinya terjadi akibat lemahnya pendekatan atau pembinaan terhadap masyarakat kami.

Kami sungguh merasakan bahwa kami sangat jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan desa tetangga yang ada di Kecamatan Pulau Banyak Barat yang telah banyak membawa perubahan atau kemajuan sesuai dengan perkembangan zaman,” Bebernya.

Untuk itu kata Asriaman Zega, akan kembali melaporkan Bupati Aceh Singkil ke PTUN dimana surat Keputusan itu diputuskan melaui sidang, tapi sampai saat ini belum di eksekusi.

“Seorang Bupati Aceh Singkil di anggap tidak adil, sehigga keputusan hakim tidak dilaksanakan, pihak kami akan loporkan hal ini lagi, dan dianggap atau diduga bahwa Pak Bupati sengaja melindungi Meidisin Zai yang seharusnya sudah di berhentikan,” tuturnya

Pak Bupati tidak memberikan surat pemberhentiannya, Karena itu diaggap tidak adil dan mempertahan yang sudah seharusnya wajib di berhentikan, tentunya Kepala Desa Ujung Sialit saat ini dianggap ilegal dan tidak berfungsi lagi ya harus diberhentikan,” pungkasnya. (Saidi)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments