Maraknya Kasus Pelecehan Seksual, Ketua Kohati Cabang Langsa Angkat Bicara

0
174
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) Cut Intan Tarwiyah angkat bicara soal pelecehan seksual yang kerap terjadi di aceh khususnya di Kota Langsa. (10/10/021)

Seperti kasus yang terjadi belum lama ini di Kota Langsa, dua orang lelaki telah melecehkan seorang wanita yang masih di bawah umur dimana kejadian tersebut sangat melukai hati masyarakat Kota Langsa.

Memang dalam kejadian tersebut belum dapat dipastikan oleh kepolisian apakah itu pemerkosaan ataupun sudah ada kesepakatan antar kedua lelaki dan perempuannya.

Advertisement

Cut Intan Tarwiyah yang kerap disapa Tumkoh tersebut menuturkan, Ini bukan kejadian sekali di aceh melainkan kejadian yang berulang-ulang kali terjadi.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh mencatat sejak januari hingga juni 2021, tindak kekerasan pada anak sudah mencapai 202 kasus. Dari jumlah tersebut terdapat tiga bentuk kekerasan dengan jumlah paling tinggi yaitu pelecehan seksual mencapai 46 kasus, kekerasan psikis 45, dan kekerasan fisik 34 kasus.
Belum lagi berapa bulan belakangan ini berita yg kita dengar terus menerus tentang pelecehan seksual. Ini sangat meresahkan dan membuat kami KOHATI Sekawasan Cabang Langsa geram.

Pelecehan seksual terhadap perempuan termasuk dalam dosa besar, dan tindakan yang paling keji dan buruk dalam pandangan syariat.

Qanun Aceh juga sudah di jelaskan pada No 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah dengan konsekuensinya adalah Pada pasal 47 ” Setiap orang yang dengan sengaja melakukan jarimah pelecehan seksual sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 terhadap anak, diancam dengan ‘Uqubat ta’zir cambuk paling banyak 90 kali atau denda dengan paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan”.

Dengan banyaknya kejadian serupa itu telah menggambarkan bahwa keteledoran dari pihak orang tua dan pemerintah terkait (POL-PP dan WH) dalam menjalankan syariat yang berlaku di aceh.

Dengan maraknya kejadian tersebut ia memohon terhadap masyarakat terutama para orang tua untuk lebih menjaga dan mengontrol yang dilakukan oleh anaknya baik itu kerjaan yang positif.

Ia meminta kepada seluruh perempuan agar lebih menjaga komunikasi dan jarak kepada orang yang tak dikenal, teman, dan yang terkhusus lawan jenis karena kejahatan tidak akan terjadi jika tidak ada kesempatan.

Ia juga lebih menyarankan “Kepada orang tua untuk lebih menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari dan terus menjadi suri tauladan dari anak. Sehingga kedua orang tua menjadi rule model bagi anak-anak nya “Pungkasnya

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments