HMI Langsa apresiasi “gercep” Satreskrim POLRES Langsa Bongkar Prostitusi Online

0
92
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa mengapresiasikan gerak cepat (gercep) Satreskrim Polres Langsa dalam mengungkap jaringan prostitusi online pada sebuah rumah di Gampong Sidorejo Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua bidang pemberdayaan umat HMI Cabang Langsa, Wanda Firdaus , melalui pers rilisnya kepada wartawan Chapnews, Selasa (12/10/2021) .

“sebagai kaum intelektual muslim yang moderat, HMI tentu memberikan apresiasi yang besar terhadap oknum-oknum yang senantiasa berkomitmen dalam pembinaan dan penegakan syariat islam di Kota Langsa, terlebih Provinsi Aceh yang dikenal sebagai bumi seramoe mekah” ujar Wanda .

Advertisement

Menurutnya, Aceh seyogya nya harus bersih dari pelanggaran dan penyelewengan syariat islam. Dan kami sebagai organisasi dengan komitmen yang tinggi terhadap keislaman dan keindonesiaan sangat berterima kasih kepada Polres Langsa yang saat ini ditangani oleh Satreskrim polres Langsa dalam mengungkapkan kasus yang diduga sebagai pelanggar syariat islam di kota ini dengan menjadi penyedia layanan prostitusi online.

Dijelaskannya, sebagaimana kita ketahui perbuatan oknum tersebut dapat disangkakan pada pasal 33 Ayat (3) Jo Pasal 25 Ayat (2) Jo Pasal 23 Ayat (2) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yakni sebagai oknum yang menyediakan atau mempromosikan Jarimah/Zina dan atau menyelenggarakan fasilitas atau mempromosikan Jarimah Ikhtilath dan atau menyelenggarakan, menyediakan fasilitas dan mempromosikan Jarimah khalwat.

Wanda ikut memaparkan, sebelumnya Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Krisna Nanda Aufa, S.Tr.K, pada konferensi pers, Selasa (12/10/2021) yang diterbitkan dalam media online waspada.id menerangkan “prostitusi online ini sudah berlangsung sekira tiga tahun dan pada praktiknya, terang Kasat, mucikari bersama pelanggan melakukan kesepakatan melalui aplikasi WhatApps, baru kemudian pelanggan ke lokasi.

Sementara itu, Iptu Krisna, menurut pengakuan tersangka, ada empat wanita pekerja seks komersil (PSK) yang dipekerjakan, dengan usia sekira 19-25 tahun yang semuanya merupakan warga Langsa.

Tarif yang dipatok mucikari untuk shorttime sebesar Rp 400 ribu, sedangkan longtime sebesar Rp 700 ribu. Dan saat ini wanita pekerja seks tersebut ditetapkan sebagai saksi dan masih dilakukan pendalaman penyidikan.(F3)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments