Panwaslih Aceh Gelar SKPP Tingkat Menengah

0
54
Advertisement

Chapnews.id, Banda Aceh – Panwaslih Provinsi Aceh menggelar program sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) tingkat menengah tahun 2021 di Grand Arabia Hotel, Banda Aceh(12/10/2021).

Kegiatan SKPP tingkat menengah yang berlangsung selama 5 hari ( 11- 15) yang diikuti oleh 45 (empat puluh lima) peserta yang berasal dari 9 (sembilan) kabupaten/kota dengan menghadirkan narasumber dari unsur internal Panwaslih maupun unsur eksternal yang berasal dari akademisi dan juga praktisi.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Marini dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan SKPP ini merupakan kegiatan lanjutan dari SKPP Tingkat Dasar yang telah dilaksanakan sebelumnya di 3 (tiga) daerah terpisah, yaitu Kota Banda Aceh, Kota Langsa dan juga Kabupaten Aceh Tengah.

Advertisement

“kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dengan memilih peserta yang unggul di pelaksanaan sebelumnya” ujar Marini.

Menurutnya , meskipun Provinsi Aceh tidak melaksanakan Pilkada namun antusiasme pendaftar sangat tinggi dalam mendaftarkan diri sebagai calon peserta SKPP.

Dijelaskannya, Aceh berada di peringkat ke-3 terbanyak dari semua provinsi di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi mandat bagi kami di Panwaslih Provinsi Aceh, untuk bagaimana kami bisa mengisi ruang-ruang kosong secara moral terhadap pemilih pemula demi suksesnya pemilihan secara jujur dan adil di Aceh.

Dirinya berharap harapan terbesar dari pelaksanaan kegiatan ini, teman-teman peserta mampu mentranfer pengetahuan tentang kepemiluan ini kedalam kelompok-kelompok masyarakatnya masing-masing, papar Marini.

Sementara itu ketua Panwaslih Aceh, Faizah menyebutkan kegiatan SKPP ini merupakan bagian dari ikhtiar Bawaslu dalam membumikan pengawasan, karena kita pahami bawaslu tidak bisa mengawasi proses demokrasi yang sedemikian rumit ini jika hanya sendiri sehingga butuh partisipasi masyarakat yang besar dalam mendukung suksesi dalam pelaksanaan Pemilu ini.

Selanjutnya mengharapkan agar kedepan pemerintah tidak hanya mempertimbangkan efisiensi anggaran dan waktu pelaksanaan, namun hal lain yang mesti dipertimbangkan adalah keselamatan penyelenggara, ungkap Faizah.

“Pemilu 2019 menjadi pelajaran bagi kita bagaimana angka kecelakaan kerja yang sangat tinggi di tubuh penyelenggara Pemilu” tutupnya.

Secara terpisah , Kabag Pengawasan Pemilu dan Humas Panwaslih Provinsi Aceh , Yudi Ferdiansyah Putra, S. STP, MSP menyebutkan bahwa kegiatan pembukaan ini selain dihadiri oleh Komisioner Panwaslih Provinsi Aceh juga turut di hadiri oleh Forkopimda Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh.

Para peserta yang mengikuti kegiatan ini diwajibkan terlebih dahulu mengikuti kegiatan Swab Antigen yang dilakukan di lokasi kegiatan bekerja sama dengan salah satu klinik kesehatan yang ada di Kota Banda Aceh ‘ Alhamdulillaah, secara keseluruhan berdasarkan hasil Swab peserta kegiatan non-reaktiv atau tidak terindikasi mengalami gejala Covid-19, tutur Yudi Ferdiansyah Putra, S. STP, MSP. (F3)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments