Diakhir Masa Jabatan Sebagai Walikota Langsa, Tak Henti Menata Keindahan

0
58
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Tinggal menghitung bulan saja Tgk Usman Abdullah SE yang kerap disapa Toke Seum mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Langsa, namun beliau tak henti menata keindahan dengan berjibaku menanam pohon di RTH Kota Langsa demi mewariskan untuk anak cucu kita kelak, Jum’at (17/06/2022).

Tampak, bersama anggota taman DLH Kota Langsa, Walikota Langsa menanam ratusan pohon sembari membersihkan beberapa pohon yang sudah di tanam sebelumnya dari rerumputan dan semak belukar yang menutupi pohon.

Detik-detik akhir jabatannya sebagai Walikota Langsa, masih saja beliau melakukan kegiatan tanam pohon yang sangat bermanfaat ini, sebab menanam pohon bisa menyelamatkan manusia dan dapat mencegah terjadinya banjir saat musim penghujan tiba.

Advertisement

“Apa yang bisa bermanfaat untuk orang lain terus kita lakukan, tidak mesti karena jabatan saya sebagai Walikota Langsa. sebagai manusia mari kita lakukan minimal satu hari satu kebaikan dan ada manfaatnya untuk orang lain”, ujar Walikota Langsa Usman Abdullah disela penanaman pohon.

Menurut Toke Seum ini, satu pohon yang kita tanam bisa menyelamatkan 5 orang dan ada banyak manfaatnya bagi kehidupan di dunia ini.

Dijelaskan Toke Seum, bahwa menanam pohon itu berpahala, Nabi SAW bersabda, sebagaimana yan diriwayatkan Muslim ‘Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat’.

Kemudian, berdasarkan riset, seorang manusia menghirup 740 kilogram oksigen sepanjang tahun. Kalau peduduk bumi saat ini berjumlah sekitar 7,7 miliar lebih, berapa miliar tonkah oksigen yang harus dipasok agar semua penduduk bumi bisa terus bernafas? Selain itu, berapa pohon yang harus ditanam untuk dikonsumi dari jenis biji-bijian, buah, dan sayuran?

Maka itu, Nabi SAW mewanti-wanti, “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah.” (HR. Bukhari dan Ahmad).

Hadits ini adalah pralambang bahwa desah nafas manusia tergantung dari pohon yang ditanam dan buah yang di konsumsi.

Melihat besarnya pahala menanam pohon dari beragam jenis, sudah sepantasnya seorang muslim itu melakukan reboisasi dengan menanam pohon pelindung dan konsumsi.

Pohon pelindung selain menghasilkan oksigen juga mampu menahan erosi di saat musim penghujan, bahkan pohon pelindunglah yang menahan longsor dan banjir bandang.

“Inilah pahala ekologi menanam pohon yang membuat langit cerah, polusi merendah, dan lapisan ozon tidak terus bolong”, papar Toke Seum.

Selain itu, pada pohon pula burung-burung bernyanyi, bahkan tak jarang pipit mencuri buah dari pohon yang kita tanam, mentu ini menjadi menjadi pahala tersendiri bagi petani. Termasuk ketika tanaman itu dimakan hama atau makhluk lainnya.

Nabi SAW bersabda, “Apa yang dicuri dari tanaman tersebut merupakan sedekahnya. Apa yang dimakan oleh binatang buas dari tanaman itu merupakan sedekahnya. Apa yang dimakan oleh seekor burung dari tanaman itu merupakan sedekahnya. Tidaklah dikurangi atau diambil oleh seseorang dari tanaman itu kecuali merupakan sedekahnya.”

Secara psikologis, manusia menyukai keindahan alam yang menghijau, taman, air yang mengalir. Maka surga yang dijanjikan juga digambarkan seperti itu. Allah SWT menjelaskan, “Bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya” (QS. al-Baqarah 25).

“Untuk menikmati surga di dunia bisa dengan cara melestarikan lingkungan.
Namun membangun gerakan menanam pohon juga tidak mudah. Hal ini terlihat dari firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.” (QS. al-A’raf 56)”, demikian Toke Seum. (Ma²d)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments