Ternyata ini Penyebab Wisata Manggrove Kota Langsa di Tutup 

0
160
Advertisement

Chapnews.id, LANGSA – Terkait merebaknya pemberitaan tentang penutupan kawasan ekowisata mangrove Kota Langsa, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Wilayah III Aceh, Fajri, SP, MM angkat bicara Minggu (11/09/2022).

Fajri mengatakan penutupan tempat wisata terluas se Asia Tenggara itu dikarenakan sudah habisnya masa kontrak antara Pemko Langsa dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh pada 28 Agustus 2022 lalu.

Fajri menjelaskan, kesepakatan kerjasama pengelolaan hutan mangrove di wilayah Kuala Langsa berawal pada 27 Agustus 2017 lalu dan berakhir 28 Agustus 2022 kemarin.

Advertisement

“Pada masa berakhirnya kerjasama tersebut, untuk melanjutkan terkendala dengan Undang-undang Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 dan PP nomor 23 tahun 2021 pasal 297 huruf a tentang penyelenggaraan kehutanan,” terang Fajri.

“Selanjutnya pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) nomor 008 tahun 2021 pasal 387 huruf e tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan, serta pemanfaatan hutan di hutan lindung dan hutan produksi,” imbuhnya.

Atas dasar peraturan tersebut, sambung Fajri, untuk mengelola kembali harus diajukan permohonan rekomendasi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) melalui sistem Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan berusaha.

Diakuinya, selama ini pengelolaan hutan mangrove yang dijadikan tempat wisata sudah sangat baik sehingga dapat menjaga kelestarian dan ekosistem di wilayah tersebut. Selain itu, pengelolaan hutan mangrove berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Dari amatan kami bahwa pihak pengelola kawasan ekowisata mangrove selama ini memiliki manajemen yang sangat baik,” pungkasnya. (***)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments