Diskusi Menyikap Tabir Situs Sejarah Singkil Lamo Hasilkan 15 Rekomindasi

0
34
Advertisement

Chapnews.id Aceh Singkil – Komunitas Kupie Raja menggelar diskusi publik bertajuk menyikap tabir situs sejarah Peradaban Singkil Lamo di Kafe Kupie Raja, Pulau Sarok, Aceh Singkil, Kamis (15/9/2022).

Diskusi publik tersebut,menghasilkan 15 poin rekomindasi diantaranya:

1.Pengamanan situs diduga objek cagar budaya Singkel Lamo.

Advertisement

2.Mendorong upaya pemugaran dan penetapan Singkel Lamo sebagai situs
cagar budaya.

3.Pembentukan Komunitas Pemetaan seluruh situs diduga cagar Budaya di
Kabupaten Aceh Singkil.

4.Melakukan kerja identifikasi dan inventarisasi dan registrasi benda diduga
cagar budaya yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.

5.Adanya Survey dan Identifikasi lokasi kawasan Singkel Lamo untuk peta
indikasi (GIS) penetapan melalui SK Bupati Aceh Singkil.

6.Mendorong penetapan Kawasan diduga Cagar Budaya Singkel Lamo sebagai kawasan Cagar Budaya Aceh Singkil melalui SK Bupati Aceh Singkil seluas 207 Ha laut dan daratan (Estimasi).

7. Membentuk Tim Ahli Cagar Budaya bersertifikasi Kabupaten Aceh Singkil.

8.Melahirkan ruang arsip sejarah bagi jejak Peradaban Singkel Lamo.

9.Pelaksanaan Seminar Nasional dan internasional untuk penguatan situs
Sejarah Peradaban Singkel Lamo sebagai bagian sejarah jalur rempah dan
Peradaban Nusantara.

10.Mendorong Singkel Lamo menjadi Brand Story bagi pertumbuhan ekonomi
sebagai tujuan wisata sejarah.

11.Melibatkan generasi muda Aceh Singkil dalam upaya penyelamatan dan
pelestarian situs diduga cagar budaya di seluruh Kabupaten Singkil.

12.Penulisan dan pendokumentasian sejarah Singkel Lamo dalam bentuk
buklet, buku dan publikasi di media sosial.

13.Mendorong keberadaan Singkel Lamo sebagai salah satu Jalur Rempah
Aceh dan Indonesia.

14.Adanya konsep Trans Wisata budaya dalam rangka penguatan situs
sejarah dan kebudayaan Singkil.

15.Adanya apresiasi Pemerintah kepada Kurator dan Kolektor benda-benda
peninggalan sejarah peradaban Aceh Singkil.

15 poin rekomindasi hasil diskusi publik bertajuk menyikap tabir situs sejarah Peradaban Singkil Lamo itu telah ditandatangani sejumlah lembaga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, budayawan dan organisasi kemasyarakatan, di Kabupaten Aceh.

Diskusi ini diinisiasi oleh Kupie Raja Comuunity dan didukung RRI Studio Produksi Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dan di buka oleh Penjabat (Pj) Bupati setempat Marthunis.

Hadir sebagai pemateri dalam diskusi Peradaban Singkil Lamo tersebut, Antropolog Dr Muhajir Al-Fairusy.

Hadir juga Sekda Aceh Singkil Azmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) setempat, Khalilullah serta tokoh masyarakat dan pemerhati sejarah.

Marthunis mengatakan, Peradaban Singkil Lamo dapat menjadi brand story yang memikat wisatawan datang.

“Wisatawan jika hanya menikmati keindahan alam akan sebentar. Tapi kalau ada story akan tertarik lebih lama,” kata Marthunis.

Marthunis lantas meminta Peradaban Singkil Lamo dan artefaknya dibuat cerita. Apa filosofinya perlu diceritakan,”ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil sangat mendukung kegiatan ini,karena diskusi ini akan menguak fakta bahwa daerahnya punya sejarah bagus di Singkil Lamo yang dapat menarik banyak orang untuk berkunjung.

“Pastinya, dengan banyaknya orang datang maka dapat mendorong perekonomian tumbuh,” terang Marthunis.

Sejarah itu, bisa diceritakan secara ilmiah maupun fiksi.Kita bisa cerita fiksi dan non-fiksi Atlantis itu ada di Singkil. Atlantis ada di dasar laut, siapa tahu ada Atlantis di Singkil Lamo ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekda Aceh Singkil, Azmi menyatakan, Singkil Lamo ke depannya dapat ditetapkan sebagai cagar budaya.sehingga bisa bermanfaat bagai generasi penerus, “ucapnya.

Sementara itu, Antropolog Dr Muhajir Al Fairusy dalam pemaparannya menyebutkan, Singkil berkontribusi dalam perdagangan rempah Nusantara.

“Singkil Lamo cukup penting sebagai bandar pelabuhan rempahnya,” kata Muhajir.

Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Khalilullah menyampaikan tahapan pengusulan penetapan cagar budaya.

“Kami juga sudah mengusulkan agar ada perubahan dalam RTRW untuk menjadikan Singkil Lamo sebagai cagar budaya,”pungkasnya.

Diketahui Singkil Lamo merupakan Kota tua tiada habis dikenang karena menyimpan segudang cerita masa silam. Bila diulas, khazanah Singkil Lamo takkan ada habisnya. Lantaran, ceritanya dianggap penuh misteri, sementara sumber-sumber yang bisa dijadikan runutan sangat sedikit.

Kecuali, beberapa orang yang meruoakan generasi terdahulu abad yang mampu menuturkan, itupun  hanya  penggalan cerita.

Singkil Lamo merupakan pemukiman utama mayoritas masyarakat pesisir di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

Keberadaannya, di dekat Muara Sungai Singkil yang membelah kawasan sekaligus menjadi batas antara Kecamatan Singkil dengan Kecamatan Kuala Baru.

Sungai terpanjang di Aceh ini, merupakan tempat bermuaranya tiga sungai yaitu sungai Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, muara sungai Soraya, Kota Subulussalam, serta muara sungai Dairi, Sumatera Utara.

Secara Geografis Singkil jadi tempat penampungan akhir aliran Sungai. Kawasan Singkil Lamo, dulu dikenal sebagai kota tua tempat berlabuhnya berbagai kapal kuno kelas bertaraf internasional.

Tujuannya untuk berdagang atau melakukan barter rempah-rempah pada abad-17 hingga ke-18, yakni sekitar tahun 1811.(Saidi)

Advertisement
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments