2 Bulan Buron, Sopir Hiace Asal Langsa Pelaku Pelecehan Berhasil Diringkus Polisi di Sumut

0
1411
Advertisement

Chapnews.id, Langsa – Setelah dua bulan buron pria berinisial AM(36)warga Gampong Lhok Bani Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, pelaku pelecehan kepada penumpangnya UZ(21) akhirnya diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie,pada Rabu, (28/09/2022) sekira pukul 02:30 WIB.

Kapolres Pidie AKBP Padli melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizal mengatakan, ihwal penangkapan terduga pelaku AM setelah mendapat informasi bahwa posisi pelaku berada di Tebing Tinggi, Sumut dan sedang dalam perjalanan menuju antara ke Kota Medan atau ke Kota Langsa dengan menggunakan mobil truk tronton.

Kemudian, lanjut Iptu Muhammad Rizal, pihaknya membentuk dua tim untuk mencari keberadaan pelaku. Tim 1 dipimpin olehnya langsung dan tim 2 pimpin oleh Kanit Pidum Ipda Charlie melaksanakan patroli atau hunting di jalur Tol Amplas sampai dengan jalur Tol Binjai –Stabat.

Advertisement

Selanjutnya tim langsung menghadang mobil truk tronton tersebut dari arah depan setelah memastikan sesuai dengan data atau baket yang telah dikumpulkan sebelumnya.

“Pelaku berhasil kami amankan saat melintas di perbatasan Binjai-Langkat dengan menggunakan mobil truk tronton. Saat ini pelaku dititipkan sementara di rumah tahanan Polsek Sunggal Wilkum Polresta Medan, Sumut,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui kasus ini terjadi dua bulan yang lalu tepatnya pada Kamis (21/7/2022) , seorang wanita asal aceh timur UZ (21) melaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKTD) Polres Pidie atas kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan sopir mobil penumpang jenis Hiace di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Selanjutnya Sat Reskrim Polres Pidie melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan-keterangan dari saksi.

Berdasarkan keterangan dari korban, Iptu Muhammad Rizal,menjelaskan bahwa korban tiba di Kabupaten Pidie hendak pulang ke Langsa dengan menumpang Mopen di Banda Aceh.

“Setiba di Pidie dalam mobil mopen tersebut hanya tinggal korban dan sopir,” ujar Iptu Muhammad Rizal.

Masih keterangan korban, lanjut Kasat, di Terminal Beureunuen, sopir menawarkan korban untuk menumpang mopen lain, namun karena mobil yang ditawarkan penuh sehingga korban tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang.

“Kemudian korban meminta sopir untuk mengantarkannya ke rumah sepupunya di Kecamatan Kembang Tanjong, namun setibanya di jalan Gampong Raya Paleue, Kecamatan Simpang Tiga, sopir menghentikan mobilnya,” ungkapnya.

Selanjutnya tambah Kasat, sopir tersebut menghampiri korban yang duduk di kabin penumpang kemudian memeluk tubuh hingga mencium tangan korban.

“Korban sempat meronta-ronta saat diraba oleh terlapor, bahkan terlapor sempat mengeluarkan nada ancaman agar kejadian dugaan pelecehan tersebut tidak diceritakan kepada siapapun,” pungkasnya. (Red)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here