Chapnews – Nasional – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sedang bertransformasi. Bukan sekadar meningkatkan layanan, tapi juga membidik lonjakan jumlah penumpang. Rahasianya? Kecerdasan buatan (AI)! Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi atau Rama Raditya, mengungkapkan strategi ini dalam ajang World AI Show di Jakarta, Rabu (9/7).
Rama menjelaskan, Transjakarta memanfaatkan AI dalam dua pilar utama: manajemen operasional dan aplikasi pelanggan TJ:Transjakarta. Tujuannya membangun ekosistem layanan yang adaptif, berbasis data, dan berpusat pada pelanggan. AI bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan dan jumlah penumpang.

"Saat ini, pelanggan harian Transjakarta sudah mencapai 1,4 juta. Dengan AI, kami optimistis angka ini akan tumbuh signifikan," tegas Rama.
Salah satu implementasi AI adalah aplikasi TJ:Transjakarta (diluncurkan 4 September 2024), yang telah diunduh lebih dari satu juta kali. Aplikasi ini memberikan informasi real-time, seperti estimasi kedatangan bus dan perencanaan perjalanan.
Di sisi operasional, AI menganalisis pola mobilitas pelanggan di setiap halte dan armada. Data historis ini menjadi dasar algoritma penjadwalan otomatis, memastikan alokasi armada sesuai kebutuhan. Sistem ini terintegrasi dengan unit on-board (OBU) di setiap bus.
"Dengan AI, keputusan tak lagi berdasarkan intuisi, tapi prediksi dan data akurat," jelas Rama. "Halte kosong dengan bus kosong akan semakin jarang. Distribusi armada lebih efisien dan responsif."
Efisiensi ini berdampak pada pengelolaan anggaran. Optimalisasi rute dan frekuensi operasional mengurangi beban subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.
"AI membuka babak baru pengelolaan transportasi publik berkelanjutan," tutup Rama. Transjakarta berharap menjadi model transformasi digital sektor publik, baik di Indonesia maupun regional.



