Chapnews – Nasional – Air mancur ikonik di Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang menelan biaya fantastis Rp12 miliar, kini menjadi tontonan miris. Fasilitas yang dibangun pada tahun 2018 dan sempat menyuguhkan pertunjukan air mancur warna-warni yang menawan, kini rusak parah dan tak berfungsi. Kondisi memprihatinkan ini memicu kemarahan warga setempat.
Uriep, seorang warga yang videonya viral di media sosial, mengungkapkan kekecewaannya. "Fasilitas air mancur ini sudah jadi bangkai, tidak terurus, dan tidak dibenahi. Semua sudah berkarat, jadi bangkai semuanya. Anggaran miliaran, cuma dipakai beberapa tahun, udah usang," ujarnya dengan nada kesal. Ia pun mempertanyakan kinerja Bupati Bintan, Roby Kurniawan, atas kondisi memprihatinkan ini. "Ke mana ini Bupatinya? Enggak dibenahi, enggak diperbaiki. Pemandangannya sudah indah-indah, ada masjid. Eh, ininya enggak nyala, udah jadi besi rongsokan," tambahnya.

Mohammad Irzan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bintan, mengakui kerusakan tersebut. Namun, ia menyatakan kendala utama perbaikan dan pemeliharaan air mancur tersebut adalah anggaran. "Iya, untuk air mancur kita terkendala anggaran perbaikan dan pemeliharaannya. Cukup besar biaya operasionalnya," jelasnya kepada chapnews.id. Meskipun demikian, Irzan enggan merinci besaran biaya operasional tersebut. Ia hanya memastikan akan segera menggelar rapat lintas sektor untuk membahas penanganan masalah ini. "Dalam beberapa waktu ke depan kita juga akan lakukan rapat lintas sektor terkait penanganannya," tutupnya. Proyek megah yang seharusnya menjadi kebanggaan warga Bintan ini, kini justru menjadi simbol pemborosan dan buruknya pengelolaan anggaran.



