Chapnews – Nasional – Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras untuk memulangkan sejumlah artefak bersejarah yang saat ini berada di Jerman. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa upaya ini menjadi prioritas dalam diplomasi budaya Indonesia.
Fadli menjelaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Dr. Ulrich "Uli" Kozok, seorang ahli manuskrip Jerman, untuk membahas secara detail mengenai keberadaan dan proses repatriasi artefak-artefak tersebut. Artefak yang dimaksud termasuk manuskrip Batak kuno dan benda-benda pusaka milik Sisingamangaraja XII.

Selain Jerman, pemerintah juga mengupayakan pemulangan benda-benda bersejarah dari Belgia dan negara-negara Eropa lainnya. Sebelumnya, Fadli juga menyinggung potensi repatriasi keris Teuku Umar, keris Nogo Siluman yang diduga milik Pangeran Diponegoro, serta koleksi benda pusaka dari kerajaan-kerajaan Jawa yang tersebar di museum-museum Belanda.
Upaya ini menyusul keberhasilan pemulangan puluhan ribu koleksi fosil bersejarah, termasuk fosil Homo erectus (Java Man) dari Belanda, yang diserahkan saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Pemerintah berharap, dengan kembalinya artefak-artefak ini, sejarah dan identitas bangsa Indonesia dapat dilestarikan dengan lebih baik.



