Chapnews – Ekonomi – Penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sebagai langkah cerdas yang telah banyak diterapkan di berbagai negara. Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi karbon, memperbaiki kualitas udara, dan mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
Direktur Eksekutif IESR (Institute for Essential Services Reform), Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa penambahan etanol ke dalam base fuel dapat secara signifikan meningkatkan RON (Research Octane Number) BBM. Hal ini memicu perdebatan terkait impor base fuel oleh SPBU swasta yang tercampur etanol.

Menurut Fabby, kesepakatan awal antara SPBU swasta dan Pertamina Patra Niaga adalah impor base fuel dengan RON 92 tanpa zat aditif atau pewarna. Jika base fuel tersebut ternyata mengandung etanol, maka RON-nya pasti akan meningkat.
"Jika kesepakatannya adalah pembelian base fuel RON 92, seharusnya ya RON 92. Kalau sudah dicampur etanol, pasti RON naik," ujar Fabby kepada chapnews.id, Sabtu (4/10/2025).
Lebih lanjut, Fabby menduga bahwa base fuel yang diimpor mungkin memiliki RON yang lebih rendah dari 92. Penambahan etanol sebesar 3,5 persen diduga dilakukan untuk menaikkan RON menjadi 92. Jika hal ini benar, maka base fuel yang dikirim oleh Pertamina Patra Niaga memiliki RON di bawah 90, bahkan lebih rendah dari RON Pertalite. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan kualitas base fuel yang diimpor.



