Ads - After Header

Bendera PSHT di Jembatan Jepang Viral! Minta Maaf?

Ahmad Dewatara

Bendera PSHT di Jembatan Jepang Viral! Minta Maaf?

Chapnews – Nasional – Heboh! Video viral aksi pembentangan bendera Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di jembatan Tokyo, Jepang, membuat Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R Moerdjoko Hadi Wiyono, angkat bicara. Moerdjoko mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut, namun ia memastikan akan segera membentuk tim investigasi. "Kami akan kerahkan tim untuk menelusuri hal ini. Para pengurus PSHT Pusat Madiun akan kami kumpulkan untuk membahasnya," tegas Moerdjoko kepada chapnews.id, Jumat (27/6).

Moerdjoko menekankan bahwa aksi tersebut bukanlah arahan dari pusat. Ia pun menegaskan komitmen PSHT untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas. "Kita tidak pernah mengarahkan pembentangan (logo PSHT di Jepang). Tim humas, yang dipimpin oleh Dansatbrimob (Polda Jatim), akan memimpin penelusuran ini," tambahnya.

Bendera PSHT di Jembatan Jepang Viral! Minta Maaf?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo telah lebih dulu bergerak. Mereka mengonfirmasi bahwa PSHT cabang Jepang telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. KBRI Tokyo menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan rekaman tiga tahun lalu, dan beberapa anggota yang terlibat kini telah kembali ke Indonesia.

Berikut poin penting pernyataan KBRI Tokyo:

  1. Kejadian tersebut terjadi hampir tiga tahun lalu.
  2. PSHT cabang Jepang menyampaikan permohonan maaf dan mengakui pelanggaran norma dan hukum di Jepang, serta dampak negatifnya terhadap citra Indonesia.
  3. PSHT cabang Jepang berkomitmen memperbaiki diri dengan berbagai langkah, termasuk pengajuan izin kegiatan kepada otoritas setempat dan koordinasi dengan kepolisian Jepang.
  4. Imbauan internal kepada anggota untuk tidak menggunakan atribut organisasi di ruang publik tanpa izin juga telah dilakukan.
  5. PSHT cabang Jepang tetap berkomitmen mempromosikan pencak silat di Jepang, bekerja sama dengan KBRI Tokyo dan perguruan silat lainnya.
  6. KBRI Tokyo akan terus mengonsolidasi komunitas WNI di Jepang.
  7. Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan PSHT Pusat Madiun untuk mencegah kejadian serupa.
  8. Himbauan kepada WNI di luar negeri untuk mematuhi hukum dan norma setempat terus digaungkan.

Video berdurasi 33 detik yang viral di Instagram memperlihatkan bendera PSHT dibentangkan di sebuah jembatan layang di Tokyo. Video tersebut telah ditonton ribuan pengguna media sosial dan memicu beragam komentar. Kini, permohonan maaf dari PSHT cabang Jepang menjadi titik awal penyelesaian kasus ini. Namun, investigasi internal PSHT Pusat Madiun masih terus berjalan untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan dari organisasi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer