Chapnews – Ekonomi – Harga Bitcoin kembali mencetak rekor baru, menembus level Rp1,5 miliar pada perdagangan Rabu (5/12/2025) pagi. Kenaikan signifikan ini terjadi setelah sebelumnya Bitcoin mengalami koreksi tajam yang memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto. Sentimen positif dari institusi keuangan global menjadi pendorong utama reli harga Bitcoin kali ini.
Raksasa perbankan Goldman Sachs dikabarkan tengah dalam proses akuisisi Innovator Capital Management senilai USD2 miliar. Langkah ini akan memperkuat posisi Goldman Sachs di pasar ETF Bitcoin, seiring dengan meningkatnya permintaan dari investor tradisional. Innovator dikenal sebagai penerbit ETF yang memberikan akses teregulasi ke Bitcoin.

Tak hanya itu, Vanguard, yang sebelumnya dikenal skeptis terhadap aset digital, kini membuka akses perdagangan ETF Bitcoin untuk jutaan kliennya. Keputusan ini memberikan peluang bagi investor untuk memiliki eksposur ke Bitcoin melalui instrumen investasi yang lebih familiar.
Bank of America juga turut mengambil langkah progresif dengan memperbolehkan 15.000 penasihat keuangannya untuk merekomendasikan alokasi Bitcoin sebesar 1-4 persen kepada nasabah. Kebijakan ini menandakan perubahan signifikan dalam pandangan institusi keuangan tradisional terhadap Bitcoin.
"Penerimaan dari institusi besar menjadi kunci utama kenaikan Bitcoin. Langkah dari Goldman Sachs, Vanguard, hingga Bank of America membuka akses yang lebih luas terhadap produk berbasis Bitcoin, sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto," ujar Vice President Indodax, Antony Kusuma, di Jakarta, Kamis (5/12/2025).
Antony menambahkan bahwa pemulihan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh dinamika pasar jangka pendek. "Setelah terkoreksi ke area USD83.800-USD84.000 dan memicu likuidasi besar, pasar langsung menunjukkan minat beli yang kuat. Volume perdagangan global meningkat signifikan dalam 24 jam. Rebound ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap level support yang cukup kuat," jelasnya.



