Ads - After Header

Bocah SD Rela Subuhan di KRL Demi Sekolah, Alasannya…

Ahmad Dewatara

Bocah SD Rela Subuhan di KRL Demi Sekolah, Alasannya...

Chapnews – Nasional – Viral di media sosial, seorang siswa SD bernama Hafitar asal Tangerang menjadi perbincangan hangat karena kegigihannya menempuh perjalanan jauh seorang diri menggunakan KRL setiap subuh. Tujuannya? Demi bisa tetap bersekolah di Klender, Jakarta Timur.

Dalam video yang beredar luas, terlihat Hafitar dengan seragam merah putihnya yang mencolok, berdiri di peron Stasiun Parung Panjang saat hari masih gelap. Tas ransel putih tampak lebih besar dari tubuhnya, dan di tangannya tergenggam sebuah kantong berukuran lumayan.

 Bocah SD Rela Subuhan di KRL Demi Sekolah, Alasannya...
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Hafitar tampak berbaur dengan para pekerja komuter lainnya. Gerak-geriknya pun tak seperti anak SD pada umumnya, melainkan layaknya seorang pekerja dewasa yang terbiasa menggunakan KRL untuk pulang pergi.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, mengungkapkan bahwa Hafitar sebelumnya tinggal bersama ibunya di Klender, dekat dengan sekolahnya. Namun, keadaan berubah setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya harus bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Tangerang.

"Ayahnya meninggal lima tahun lalu, jadi ibunya harus bekerja. Pekerjaan itu baru dapat September kemarin. Karena mereka ngontrak di Klender, mau tidak mau anak ini ikut ibunya tinggal di Tangerang," jelas Farida, Senin (24/11), seperti dikutip chapnews.id.

Awalnya, sang ibu masih mengantar jemput Hafitar setiap hari. Namun, setelah merasa anaknya cukup mandiri dan memahami rute perjalanan, Hafitar akhirnya dilepas untuk berangkat sendiri. Ia dibekali kartu Commuter Line dan JakLingko. Ibunya pun telah berkoordinasi dengan petugas stasiun di sepanjang rute.

Meski demikian, pihak sekolah merasa khawatir dengan perjalanan sejauh itu. Bahkan, sebelum viral, sekolah sudah menyarankan agar Hafitar pindah sekolah. Namun, ia menolak karena sudah merasa nyaman dengan guru dan teman-temannya.

Kisah ini menyentuh hati banyak orang. Guru dan orang tua murid bahkan menawarkan tempat tinggal sementara untuk Hafitar. Setelah viral, akhirnya disepakati bahwa Hafitar akan tinggal di rumah salah satu temannya dan diantar jemput setiap hari.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer