Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan ritual uniknya dalam upaya mencapai target lifting minyak nasional. Bahlil mengaku kerap memanjatkan doa khusus sebelum tidur, memohon agar target lifting minyak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat tercapai.
Bahlil mengakui bahwa mencapai target lifting minyak bukanlah perkara mudah. Ia menyoroti fakta bahwa sejak tahun 2008 hingga 2024, target lifting minyak dalam APBN kerap kali tidak tercapai. Sebagai contoh, pada tahun 2024, target APBN menetapkan angka 605 ribu barel per hari, namun realisasinya hanya mencapai 580 ribu barel per hari.

Namun, angin segar berhembus pada Juni 2025. Bahlil mengumumkan bahwa lifting minyak berhasil mencapai angka 608 ribu barel per hari, melampaui target APBN 2025. Peningkatan ini dinilai memberikan kontribusi positif dalam upaya mengurangi impor minyak mentah, meskipun dampaknya belum terlalu signifikan. Bahlil menjelaskan bahwa produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan sejak tahun 1998, sementara permintaan terus meningkat.
"Sekarang, alhamdulillah berkat dukungan dari semua pihak, termasuk pimpinan Komisi VII dan seluruh pemangku kepentingan, kita sudah mencapai 605 hingga 608 ribu barel per hari," ujarnya. Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya bersama dan doa yang tulus dapat membuahkan hasil yang positif bagi kemajuan sektor energi nasional.



