Ads - After Header

Geger Bantuan UEA di Medan: Wali Kota Ungkap Fakta Mengejutkan!

Ahmad Dewatara

Geger Bantuan UEA di Medan: Wali Kota Ungkap Fakta Mengejutkan!

Chapnews – Nasional – Wali Kota Medan, Rico Waas, dengan tegas membantah spekulasi penolakan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari Red Crescent Uni Emirat Arab (UEA). Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak ditolak, melainkan dialihkan penyalurannya kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Pernyataan ini disampaikan Rico pada Sabtu (20/12), merespons kebingungan publik yang sempat muncul.

Rico menguraikan bahwa keputusan pengalihan ini diambil untuk memastikan bantuan dapat disalurkan langsung oleh pihak pemberi kepada lembaga non-pemerintah (NGO) yang telah mereka tunjuk. "Bantuan tersebut sudah disalurkan ke MDMC sebagai NGO yang ditunjuk oleh Red Crescent UEA," jelas Rico, menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Geger Bantuan UEA di Medan: Wali Kota Ungkap Fakta Mengejutkan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menambahkan, langkah ini juga merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah daerah dalam mengelola bantuan, terutama yang berasal dari entitas asing. "Kami tegaskan kembali, bantuan ini bukan ditolak, tetapi dialihkan ke MDMC. Ini bagian dari upaya memastikan tata kelola bantuan berjalan sesuai ketentuan," tegasnya, menepis anggapan adanya penolakan.

Dari pihak MDMC, Irsan Armadi membenarkan bahwa bantuan beras dari Red Crescent UEA telah diterima secara resmi pada Rabu (17/12). Irsan memastikan bahwa proses penyaluran akan segera dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. "Bantuan sudah kami terima dan akan segera disalurkan, mengingat masih banyak warga Medan yang membutuhkan," ungkap Irsan, menunjukkan komitmen MDMC.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sehari sebelumnya, pada Jumat (19/12), juga telah memberikan klarifikasi terkait polemik bantuan ini. Tito menjelaskan bahwa Pemkot Medan awalnya menerima bantuan tersebut dengan asumsi berasal langsung dari pemerintah Uni Emirat Arab (G2G), sehingga belum ada mekanisme yang jelas untuk pengelolaannya. Namun, setelah diketahui bahwa bantuan berasal dari Red Crescent UEA sebagai entitas non-pemerintah, penyaluran kemudian dialihkan ke MDMC. "Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat," jelas Tito saat itu, memastikan bantuan tidak terbengkalai.

Dengan demikian, polemik mengenai penolakan bantuan kemanusiaan di Medan kini telah terang benderang. Bantuan 30 ton beras dari Red Crescent UEA dipastikan aman dan akan segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan melalui tangan MDMC, sesuai dengan mekanisme yang telah disepakati.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer