Chapnews – Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, telah menimbulkan dampak signifikan di beberapa daerah. Guncangan dahsyat ini tidak hanya dirasakan luas, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting.
Laporan awal dari BMKG menyebutkan bahwa gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada berbagai jenis bangunan, mulai dari gedung-gedung publik hingga rumah ibadah seperti gereja. Salah satu struktur yang paling terlihat terdampak adalah Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sario di Manado. Visual yang beredar menunjukkan kerusakan yang cukup parah pada bagian-bagian gedung tersebut, memicu kekhawatiran akan integritas strukturnya pascagempa.

Menurut data BMKG, titik pusat gempa berada pada koordinat 129 kilometer di tenggara Bitung, dengan kedalaman hiposenter 62 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini, dikombinasikan dengan magnitudo yang besar, menjadi faktor pemicu potensi tsunami. Oleh karena itu, BMKG telah menetapkan status siaga tsunami untuk beberapa daerah pesisir yang berpotensi terdampak, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Pihak berwenang di wilayah terdampak kini tengah melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh dan memastikan langkah-langkah mitigasi serta penanganan pascabencana berjalan efektif. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi akan terus disampaikan secara berkala oleh BMKG dan lembaga terkait melalui chapnews.id.


